350 Kg Daging Celeng Hasil Penahanan di Bakauheni Dimusnahkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Selatan – Karantina Pertanian Lampung kembali lakukan pemusnahan daging celeng hasil tahanan Selasa (09/03). Setelah melalui serangkaian tindakan karantina, 350 kg daging babi hutan (daging celeng) akhirnya dimusnahkan, Kamis (18/03).

Daging celeng yang berasal dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan akan dibawa oleh pelaku ke Jakarta. Daging ini tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal. Saat ini dilakukan pemusnahan di Bakauheni dengan cara dibakar dan dikubur.

Pemusnahaan tersebut dilakukan oleh Karantina Pertanian Lampung bersama perwakilan dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan PT.ASDP Bakauheni.

“Tindakan pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penahanan yang dilakukan pekan lalu,” ujar Muh.Jumadh, Kepala Karantina Pertanian Lampung.

Ia juga mengatakan bahwa pemusnahan daging babi ilegal tersebut dilakukan atas dasar Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 tentang karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Selain itu juga untuk mengantisipasi terhadap kemungkinan penyebaran penyakit Afrikan Swine Fever (ASF) yang sedang merebak akhir-akhir ini.

“Pengiriman daging babi harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan untuk produk hewan daerah asal. Persyaratan lain menyertakan kelengkapan dokumen lainnya, diangkut dengan kendaraan berpendingin, yang tentunya harus terjamin kesehatannya,” jelasnya pula.

Lanjut Muh.Jumadh, daging celeng ilegal juga dimungkinkan dapat dioplos dengan daging lainnya. Sebagai campuran bahan baku pembuatan bakso atau makanan lainnya, jika pengirimanya tidak terjamin kesehatannya maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi.

“Semoga dengan cara dimusnahkan ini dapat menjadikan efek jera para pelaku penyelundupan serta untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit,” pungkasnya.

 

Pewarta : Deni W

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *