Ngaku Petugas Mandiri Tunas Finance, oknum Debt Collektor bawa kabur mobil dari Parkiran

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Hanya karena nunggak cicilan, oknum Debt Collektor pun bertindak diluar batas, seperti sudah menjadi ‘Hukum’ tak tertulis kepada siapa saja yang membawa kendaraan bermasalah angsuran langsung didatangi orang yang dijuluki Mata Elang (matel) berbagai siasat dilakukan untuk penarikan hingga perampasan kendaraan.

Seperti kejadian yang menimpa Ega 27 Tahun seorang sopir disebuah toko besi Alumuniun Rayyan Karya Rangkasbitung ini. Kronologis berawal saat Ega diutus mengambil barang pada sebuah toko Indo Mega Alumunium di Jl. Trip Jamaksari, Kaligandu, Kota Serang. tiba-tiba didatangi oleh Empat orang yang mengaku sebagai petugas dari Kantor Mandiri Tunas Finance (MTF) menanyakan permasalahan mobil kepada Ega dan meminta agar mau ikut ke kantor MTF Cabang Kota Serang.

Merasa sedang sibuk, Ega sempat menolak ajakan mereka lantaran harus segera kembali ke Rangkasbitung

“Mereka bilang cuma konfirmasi sebentar dijamin tidak ada penahanan mobil, 10 menit nanti balik lagi ke sini (toko),” kata Ega bercerita kepada wartawan Rabu (24/3/2021).

Mendapat jaminan tidak ada penahanan unit, Ega pun menuruti ajakan ikut ke kantor MTF Serang dengan tujuan agar segera bisa pulang. Tindakan janggal ke empat orang mulai nampak saat perjalanan karena selain menguasai mobil, Hand Phone milik Ega juga mereka pegang entah apa maksudnya.

“Sampai di MTF Serang, datang lagi 2 orang temannya jadi 6 orang, mereka minta saya menandatangani surat penyerahan kendaraan, otomatis saya tolak takut nanti di salahkan,” tutur Ega mengaku cuma sopir tidak punya hak menyerahkan mobil begitu saja.

Lebih parah lagi, ketika Ega berseteru terkait penolakan tandatangan penyerahan mobil yang dia parkir didepan kantor MTF justru dibawa tancap gas oleh bagian dari mereka yang diduga matel.

Menurut keterangan pihak MTF Serang kepada Ega mengatakan bahwa orang-orang tersebut merupakan Tim matel dari Lebak, anak buah (SP) yang memang bersikap songong dan kerap melakukan aksi penarikan unit di wilayah Serang.

“Parah, saya lagi debat mobil ternyata dibawa kabur,” tukas Ega yang mengaku kecewa dengan i’tikad baik, kooperatif tidak mereka hargai secara profesional.

Hal semacam inilah yang membuat matel kerap dikutuk masyarakat akibat perbuatan mereka dianggap perampasan yang bertentangan dengan Pasal 335, 336 maupun 368 KUHP. Padahal, penarikan dan penyitaan bukan kewenangan mereka (matel) melainkan penegak hukum berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.

Korban merasa bingung akibat tidak bisa kenal para pelaku, Ega mengatakan hanya sempat mengambil foto kendaraan pribadi berwarna putih dengan Nomor Polisi F 1453 BG yang mereka bawa sebelum Hand Phone miliknya dikuasai mereka.

Hingga berita diterbitkan, Ukay selaku atasnama pemilik unit mobil berwarna Hitam, tipe Suzuki, jenis Pickup Tahun 2019 dengan Nomor Polisi A-8961-PI yang beralamat Kp. Baketruk RT/RW 14/06 Tambak, Cimarga belum mengetahui keberadaan mobil yang dibawa kabur matel dari halaman parkir kantor MTF Serang

Eli Sahroni, Ketua Ormas Badak Banten Perjuangan amat menyayangkan tindakan tak terpuji dengan melakukan penarikan kendaraan secara pakasa. Padahal kata Eli, Ega sudah sangat kooperatif tetapi pihak merekalah (matel) justru malah bertindak memalukan sebuah perusahaan

“Lucu cara penarikannya itu konyol dan memalukan perusahaan, Cara kerja macam apa itu, ini tidak boleh dibiarkan,” tukasnya

Senada dengan Ketua Koordinator Ormas Jarum Kecamatan Sobang Cecep Sobari yang sempat ditelpon sopir (Ega) meminta saran pasca dirinya berhadapan dengan oknum matel.

Cecep Sobari menuturkan, dirinya merasakan geram terhadap tindakan nyeleneh Mata Elang (matel) membuat orang-orang murka terhadap profesinya sendiri.

“Saya sempat bicara liwat Hand Phone si Ega, menyarankan ke mereka supaya ikut ke rumah Ukay (pemilik) di Rangkas dan lakukan penarikan disitu jangan dari tangan sopir. jawabnya iya, mereka jamin “Demi Allah” mobil tidak akan ditahan ini cuma untuk konfirmasi sedikit dikantor MTF,”Tutup Cecep Sobari dan menyatakan diri secara tegas untuk tidak kenal kompromi dengan matel yang membuat gaduh masyarakat.

“Saya ingin koordinasi dengan DPP Ormas Jarum, izin geruduk tongkrongan matel yang kerap bikin resah,” tegasnya

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *