Mantan Kapolda Sulsel kecam keras Bom bunuh diri di Makassar

  • Whatsapp

Bom bunuh diri dimasa damai merupakan perbuatan dungu dan super konyol

MITRAPOL.com, Jabar – Minggu, 28 Maret 2021, telah terjadi ledakan depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga akibat dari Bom Bunuh Diri. Bom bunuh diri yang mengakibatkan 19 orang mengalami luka ringan dan berat ini mendapat kecaman dari Paguyuban Mujahid Anti Kekerasan Arahman Rahim.

“Menurut kami perbuatan ini sangat konyol dan memalukan, apalagi terjadi di Hari Nisfu Shaban, hal ini sangat mencederai nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai Islami dan nilai-nilai peradaban sebagai sebuah bangsa, sungguh memalukan seluruh umat Islam dunia, memalukan diri kita sendiri sebagai bangsa Indonesia yang telah menyepakati untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Kemanusian dan Keadilan sesuai Sila ke 3 Pancasila,” ujar Ketua Paguyuban Mujahid Anti Kekerasan Arahman Rahim, Irjen Pol. (Purn) Drs. Anton Charlian MPKN. Minggu (28/3/21). kepada awak mitrapol.

Lanjut Abah Anton, sapaan akrab Anton Charlian,”Sungguh sangat menyesakan dan memprihatinkan sebagai sebuah bangsa besar yang katanya menjungjung tinggi nilai-nilai toleransi, saling menghormati dan anti kekerasan, khususon bagi umat muslim diseluruh persada Nusantara ini. Dimana seharusnya di hari Nisfu Saban ini, banyak berdoa, banyak Istigfar memohon ampun kepada Yang maha Kuasa, ini mah malah berbuat konyol dan sia-sia,” ujarnya.

“Untuk itu kami kelompok Paguyuban Mujahid anti Kekerasan Ar rahman Ar rahim, mengutuk Keras atas terjadinya peristiwa Bom Makasar ini dan turut prihatin kepada Gereja Katedral Makasar dan seluruh umat Nasrani yang ada di Indonesia, kita ini sering belajar sejarah tapi ternyata tidak pernah belajar dari sejarah, tidak cukupkah kita belajar dari peristiwa-peristiwa dimasa lalu, mulai dari Bom Bali. Bom Tahun Baru, Bom Kedubes AS, Bom Hotel JJ Mariot bahkan sampai bom Mabes Polri yang sudah membawa kesedihan, kepedihan, kerusakan dan Korban jiwa ???, nilai apa sesungguhnya yang ingin diperjuangkan oleh kelompok aksi-aksi bom Bunuh diri ini,” tegas mantan Kapolda Sulsel ini.

Dari sisi nilai juang, spirit Nasionalis maupun nilai religius agamis, kami kira kita sepakat, tidak ada sama sekali, Nol Besar, mereka ini sebagai mana yang pernah terungkap dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, hanya merupakan kelompok frustasi yang berjuang mengatas namakan Agama, berjubah agama khusunya agama Islam (terbukti dengan munculnya nama sebagai kelompok ISIS, JI, JAT, Dll) padahal sesungguhnya mereka merusak nilai-nilai Islam itu sendiri, bahkan pengadu domba antar umat.

Dengan munculnya kembali aksi Bom Bunuh Diri Makasar ini, sebagai salah satu markas Pusat JAT, makin menguatkan kepada kita semua bahwa kelompok mereka tersebut merupakan kelompok yang konyol sebagai News Jahiliah model kini, dan betul-betul asli dunggu, yang ingin memecah umat, yang ingin merusak nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai Islami itu sendiri, yang kita ketahui bersama Cinta Damai dan Anti Kekerasan yang Rahman dan Rahim, yang penuh Cinta dan Kasih Sayang.

Sehingga dengan demikian tidak ada lagi julukan yang lebih pantas untuk kelompok Bom bunuh diri Makasar tersebut sebagai Kelompok News Jahilah yang super dungu dan konyol, kecam Dr. H. Anton Charliyan MPKN.

“Kami paguyuban Mujahid anti kekerasan Arrahman Arrahim mendukung sepenuhnya sikap dan pernyataan Presiden RI Jokowi agar Kepolisian dan aparat terkait mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya masalah bom bunuh diri ini, jangan beri ruang sedikitpun juga terhadap anasir-anasir yang bersifat Terorisme, Intoleransi, Radikalisme dan kekerasan dalam segala bentuk apapun,” tegas Abah Anton

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *