Penemuan Hasil Tambang Illegal Batu Hijau

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, ACEH – Identitas Pelaku Dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Aceh Selatan, Berikut Kronologis Kejadian:

Mulanya pada hari sabtu tgl 27 maret 2021 sekira pada pukul 10.00 wib, Bripka Denni PS. Kanit Intelkam Polsek Labuhan Haji Timur mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada masyarakat yang melihat tumpukan tambang illegal (batuhijau) yang diduga hasil tambang tersebut mengandung mineral jenis emas, tembaga dan pengikut lainnya di areal Gampong Gunung Rotan Kec Labuhan Haji Timur, kemudian Kapolsek Labuhan Haji Timur Iptu Sofiyanto melakukan kordinasi kepada Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan Iptu Bima Nugraha Putra, S.T.K. untuk menindaklanjuti hasil informasiyang di berikan oleh warga masyarakat.

Kemudian Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan melaporkan kepada Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho, S.IK, SH., MH. dan diperintah untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait informasi dari masyarakat tersebut. Kemudian pada hari Sabtu tgl 27 maret 2021, sekira pada pukul 16.00 wib Kasat Reskrim Bersama KBO Sat Reskrim Ipda

Darwin dan Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Aceh Selatan dan Polsek Labuhan Haji Timur melakukan penyelidikan ke lokasi diduga tambang ilegal di Gampong Gunung Rotan Kec Labuhan haji Timur.

Dan sekira pada pkl 18.15 Kasat Reskrim Bersama Tim gabungan menemukan tumpukan hasil tambang illegal (batu hijau) di TKP Gampong Gunung Rotan yang telah dimuat dalam karung beras ukuran 15 kg sebanyak lebih kurang 633 karung.

Selanjutnya barang bukti tersebut diamankan dan dibawa oleh Sat Reskrim Polres Aceh Selatan ke Mapolres Aceh Selatan guna diamankan dan penyelidikan lebih lanjut.

BARANG BUKTI:
1. 633 karung hasil tambang illegal (batu hijau) yang diduga hasil tambang tersebut mengandung mineral jenis emas, tembaga dan pengikut lainnya dengan berat lebih kurang 25 Ton.

MODUS OPERANDI:
Diduga tumpukan hasil tambang illegal tersebut dikumpulkan kemudian akan dibawa dan dijual keluar wilayah aceh selatan.

TINDAKAN YANG DI AMBIL:
1. Membuat Laporan
2. Membawa dan mengamankan Barang Bukti
3. Mencari keterangan saksi-saksi
4. Melaporkan kepada Pimpinan

PASAL YANG DITERAPKAN:
Pasal 161 UU No 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU No 4 Thn 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

ANCAMAN HUKUMAN:
Pasal 161 Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan Pengolahan dan/atau Pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.00O.00O,00 (seratus miliar rupiah)

Pewarta : T, Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *