Terdakwa bantah dakwaan Jaksa terkait sabu seberat 1 kg

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Sidang perkara sabu-sabu dengan terdakwa M. Taufik Ramadhan (21) berlangsung ‘panas’. Pasalnya, peran terdakwa tidak jelas dalam dakwaan jaksa, terkait kepemilikan barang bukti sabu seberat 1 kg.

Dalam persidangan virtual di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri Medan, Senin (29/3/2021) itu, terdakwa mengaku hanya diajak Teguh (DPO) untuk makan pangsit di Jalan Cengkeh.

Selanjutnya terdakwa menjelaskan, sebelum makan pangsit di Jl Cengkeh, Teguh ada menjumpai seseorang di Jl Plamboyan.

“Saya tidak tau apa yang dibicarakan mereka, namun setelah di kantor Polisi, baru saya tau jika orang yang ditemui Teguh waktu itu bernama Reza,” urai terdakwa.

Pada persidangan itu, Advokat Bambang Hendarto selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa mempertegas tentang upah yang diterima terdakwa Taufik dari Teguh.

“Apakah Teguh ada memberi uang Rp 100 ribu ?,” tanya Bambang, dan dijawab terdakwa secara tegas, ” tidak ada menerima uang dari Teguh”.

Dalam sidang itu, terdakwa menjelaskan, ia dan Teguh bertetangga sama-sama tinggal di kawasan Jalan Tembakau III Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Ketua Majelis Hakim Donald Panggabean juga bertanya kepada JPU tentang terdakwa yang sudah pernah dihukum.

JPU Sabrina menjawab “dua kali,” mendengar itu Donald kembali bertanya, “Apakah ada petikan putusannya?”, dan dijawab JPU dari Kejati Sumut ini, ” tidak ada “.

Denny Lumban Tobing, selaku hakim anggota bertanya keterkaitan barang bukti HP milik terdakwa, “Apakah ada terkait transaksi sabu, kalau tak ada, HP harus dikembalikan,” tegasnya.

Mendengar itu, JPU menanyakan kepada terdakwa mengenai HP. Terdakwa menjelaskan tidak ada menggunakan HP saat diajak Teguh untuk makan pangsit.

Begitu juga soal barang bukti sabu 1 Kg, lagi-lagi penuntut umum tidak mampu menghadirkannya ke persidangan.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, maka majelis hakim menunda persidangan dua pekan ke depan dengan agenda tuntutan.

Usai sidang, Bambang Hendarto selaku penasihat hukum terdakwa membeberkan, terdakwa tidak ada kaitannya dengan barang bukti sabu 1 kg.

Terdakwa hanya diajak makan mie pangsit, hanya sebatas itu. Dan soal penyerahan bungkusan dari Teguh kepada Reza, kliennya juga tidak mengetahui. Bahkan saat makan mie pangsit, Teguh tidak ada bercerita tentang sabu-sabu, papar Bambang.

Selain itu, dari informasi yang diterima, petugas dari Ditres Narkoba Polda Sumut terlebih dahulu menangkap Reza. Lalu melakukan pengembangan ke rumah Teguh.

Polisi sempat bertemu dan bertanya kepada Teguh, ” dimana rumah Teguh ?, justru Teguh menunjuk rumah Taufik.

“Jadi saat polisi mau menangkap Teguh, justru sudah bertemu dengan Teguh, namun anehnya polisi tidak langsung menangkap dan justru percaya ketika Teguh menunjuk rumah Taufik,

Anehnya lagi, Reza hanya diam saat petugas menangkap Taufik, karena yang mereka tangkap dan bawa bukan lah teguh,” tegas Bambang.

“Disini sangat jelas, Taufik tidak tahu apa-apa dan tidak mengenal Reza,” tegas Bambang sembari menegaskan uang Rp100 ribu, hanya dijanjikan dan tak pernah diterima oleh terdakwa.

Selain itu saat penangkapan terhadap Taufik, tidak ada barang bukti yang diamankan oleh petugas, pungkas Bambang.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *