Ayong divonis 3 bulan 12 hari penjara, terbukti menyekap Ationg

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Setelah tiga bulan pasca tuntutan, akhirnya majelis hakim menghukum Susanto alias Ayong, selama 3 bulan 12 hari penjara, karena terbukti bersalah merampas kemerdekaan saksi korban, Ationg.

Putusan itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata dalam persidangan yang dihadiri terdakwa di ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Selasa (30/3/2021).

Menurut majelis hakim terdakwa terbukti bersalah, merampas kemerdekaan orang lain, melanggar Pasal 333 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan putusan, terdakwa Susanto alias Ayong (40) warga Jl. Mawar 2 Kel. Bunga Tanjung, Kec. Datuk Bandar Timur, Tanjung Balai, Sumatera Utara, yang tidak ditahan bergegas meninggalkan gedung pengadilan. Putusan majelis hakim jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut, Robert Silalahi yang menuntut terdakwa selama 9 bulan penjara, Selasa (15/12/2020)

Menanggapi putusan majelis hakim, penuntut umum dan penasehat hukum terdakwa menyatakan, pikir-pikir.

Perlu diketahui peristiwanya, Kamis 09 Januari 2020 sekira pukul 20.00 Wib, terdakwa mendapat informasi dari Edo alias Ari Sitorus tentang korban yang lagi dugem di Strum di Komplek Selecta Jalan Listrik Nomor 02 Kec. Medan Petisah, Medan.

Mendapat informasi, terdakwa Ayong langsung merapat ke Strum. Kemudian terdakwa bersama Edo alias Ari Sitorus, Sulaiman dan Roby (ketiganya DPO) menunggu saksi korban.Tak lama, Ationg pun turun dari lantai-3 dengan menggunakan lift.

Sulaiman langsung menarik Ationg ke dalam lobby sembari mengambil dompet, HP android Samsung, HP Nokia kecil dan kunci rumah Ationg.

Kemudian terjadi perdebatan soal utang piutang, dan korban minta terdakwa untuk bersabar dan berjanji akan segera membayar utang tersebut.

Terdakwa malah makin beringas dan meminjam Kijang Innova dari Rudi als Along. Lantas, ketiga orang suruhan terdakwa memaksa Ationg untuk masuk ke mobil. Selanjutnya mobil dikemudikan Sulaiman bergerak menuju Tanjung Balai.

Dalam perjalanan, Ationg dipaksa menjepit batu bata antara betis dan paha. Apabila batu bata jatuh, korban dipukul dan ditendang oleh orang suruhan terdakwa.

Sekira pukul 03.30 wib, mobil sampai di Tanjung Balai dan Ationg dibawa ke Polsek Tanjung Balai Selatan dan diserahkan kepada petugas. Anehnya, waktu itu, seseorang bernama Latif datang ke Polsek Tanjung Balai Selatan, juga menagih utang sambil memukuli korban.

Ujung peristiwa, terdakwa mengatar korban ke rumah keluarganya, setelah korban menyerahkan nomor PIN ATM kepada terdakwa. Bahkan sebelum pergi, terdakwa masih sempat mengubar ancaman, “Sempat nggak kau bayar uang itu, kumatikan kau, ingat itu.

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *