Menata Kota Metro dengan rencana matang

  • Whatsapp

Oleh : Bang Sainul, SH.,MH.
Pengajar IAIN Metro Fakultas Syariah

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Visi Kota Metro sebagai kota pendidikan dan home Industri, perlu melihat geografis setempat. Kota Metro terdiri dari lima Kecamatan, maka perlu penataan demi keasrian Kota Metro yang berbasiskan Kota Pendidikan.

Sebagai Kota Pendidikan maka perlu daya dukung semua pihak, pemerintah kota dan legislatif, seluruh unsur masyarakat dan media pers. Adapun pokok-pokok kota pendidikan berintikan pada Sarana dan prasarana pendidikan mulai dari PUD, TK, SD/MI, SLTP/MTs, SMA/SMK/MA, Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang memadai dan prosfektif.

Adanya 13 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta menggambarkan bahwa kota Metro sudah relevan dengan sebutan Kota Pendidikan. Persoalannya pada lokasi yang cenderung sempit sehingga sulit untuk di kondisikan dalam satu lokasi. Walaupun saat ini cenderung di jadikan icon kampus di kecamatan Metro Timur.

Sebagai penunjang Kota pendidikan, diharapkan Pemkot dapat memfasilitasi adanya papan Mading untuk central informasi pendidikan masyarakat umum pada tiap lingkungan RT. Penataan ini untuk memancing minat baca, dapat menjadi pemicu membaca sebagai hobi dan akhirnya menjadi kebutuhan. Sehingga masyarakat Kota Metro menjadi masyarakat terpelajar atau berpendidikan.

Dalam mengiringi era informasi dan teknologi perlu area WiFi pada tingkat kelurahan. Para pelajar, mahasiswa, masyarakat perkantoran dan umum perkotaan yang sangat aktif perlu daya dukung idealnya Kota pendidikan. Seperti mall, pasar tradisional, pasar kreatif yang dalam rangka memudahkan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Selain itu, Kota Metro perlu lokasi pariwisata dan menggelar budaya atau rumah kesenian rakyat. Perlu adanya konsentrasi perkantoran demi memudahkan kordinasi dan konsulidasi. Tak kalah penting perlu adanya konsentrasi pergudangan bisnis sehingga kota terkesan asri dan rapih.

Untuk menjadi pertimbangan semua pihak perlu adanya temu ramah tamah mengenai tata ruang lokasi kota dimaksud.

Oleh karena itu, membangun Kota Metro seharusnya didahului dengan perencanaan yang matang dan menyeluruh. Para pemangku kepentingan harus dilibatkan. Rencana itu kemudian disosialisasi ke masyarakat untuk mendapat masukan, dukungan, dan membangun semangat kebersamaan.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *