Eks Napiter Asal Pandeglang Mengutuk Aksi Teror di Indonesia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Menyikapi aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah di indonesia oleh kelompok jaringan teroris yang melibatkan perempuan dan anak-anak, eks Narapidana Teroris (Napiter) asal Pandeglang, Banten Zaenal Mutakin mengatakan, pihaknya mengutuk adanya aksi teror yang di lakukan kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Aksi tersebut merupakan aksi konyol dan bodoh. Dengan membawa bawa ajaran islam seperti itu tidak benar, karena islam itu damai dan islam itu tidak arogan,” kata Zaenal, Jumat (2/4/2021).

Menurut Zaenal, yang kini menjabat Ketua Ring Perdamaian Banten mengatakan, dengan membawa bawa ajaran Islam dalam melakukan aksi teror, sama sekali tidak dibenarkan. Karena Islam itu damai dan islam itu tidak arogan.

Zaenal Mutaqin mengungkapkan, pihaknya pernah terlibat aksi terorisme pada 2009 lalu. Karena aksinya yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah dan syariat Islam. Di balik jeruji besi, Zaenal dan kawan-kawan akhirnya sadar bahwa tindakannya tersebut salah.

“Aksi teror yang dilakukan oleh mereka tidak berdasarkan patokan ilmu yang mereka dapat karena jika sudah dilandasi dengan ilmu yang baik kita tidak akan sesat, karena kami juga menyadari kekeliruan kami,” tuturnya.

Menurut dia, ajaran Islam adalah ajaran yang baik dan jangan salah kaprah dan terlalu mudah memvonis orang. Untuk itu, Zaenal meminta agar pelaku aksi teror segera kembali ke jalan yang benar jangan membuat aksi teror yang meresahkan banyak orang.

Berbekal ilmu tersebut zaenal dan kawan-kawannya sebanyak 20 orang eks napiter di Pandeglang, akhirnya membentuk Ring Perdamaian Banten.

“Yayasan tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai aksi-aksi teror yang mengatasnamakan agama yang meresahkan banyak orang,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengajak, masyarakat dan rekan seperjuangan untuk mendukung program prioritas Kapolri serta upaya menangkal penyebaran paham radikalisme, terorisme dan intoleran di tengah proses upaya pencegahan wabah virus corona atau Covid-19 di Banten.

“Mari kita tangkal penyebaran pahamnya melalui media sosial (medsos), terutama menjelang Ramadan agar situasi kamtibmas yang kondusif dan aman,” tuturnya.

 

Pewarta : Heru Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *