Seputar Tentang Pembimbing Kemasyarakatan

  • Whatsapp

Oleh : Eko Setiawan, A.KS
Pembimbing Kemasyarakatan Muda pada Balai Pemasyarakatan Pekalongan

 

MITRAPOL.com, Pekalongan Jateng – Bagi masyarakat umum nama petugas Pembimbing Kemasyarakatan atau yang biasa disebut PK belum begitu akrab di dengar, berbeda dengan polisi, jaksa, hakim atau bahkan sipir penjara/lapas. Padahal peran fungsi dan tugasnya sudah cukup lama, bahkan keterkaitan dengan para penegak hukum lain juga sudah merupakan hal yang biasa dan rutin. Kemungkinan lain karena selama ini publikasi dan pemberitaan terkait petugas Pembimbing kemasyarakatan sangat kurang di masyarakat.

Berdasarkan Permenkumham RI Nomor 3 tahun 2018 tentang Syarat dan tata Cara Pemberian Remisi. Asimilasi, Cuti Mengeunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti menjelang bebas dan Cuti Bersyarat, dijelaskan Pembimbing Kemasyarakatan adalah pejabat fungsional penegak hukum yang melaksanakan penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan terhadap Anak di dalam dan di luar proses peradilan pidana. Jelas disebutkan bahwa Pembimbing kemasyarakatan merupakan salah satu penegak hukum, sehingga dapat disejajarkan dengan aparat penegak hukum lain.

Keberadaan Pembimbing kemasyarakatan merupakan bagian dari kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia, yang berada di dalam Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan bertugas pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang disebut Balai

Pemasyarakatan (Bapas). Berdasarkan UU RI Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan disebutkan Bapas adalah pranata untuk melaksanakan bimbingan klien pemasyarakatan, sedangkan dalam Permenkumham RI Nomor 3 tahun 2018 disebutkan Bapas adalah unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang melaksanakan tugas dan fungsi penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan.

Sasaran dari pelaksanaan tugas Pembimbing kemasyarakatan adalah Klien Pemasyarakatan. Klien Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Klien adalah seseorang yang berada dalam bimbingan Bapas.

Tugas dan peran Pembimbing kemasyarakatan cukup berat, sebagaimana disebutkan antara lain : Melaksanakan penelitian kemasyarakatan. dimana PK melaksanakan wawancara dengan narapidana, pihak keluarga/penjamin, aparat pemerintah setempat.

Untuk mendapatkan data dan informasi yang lengkap guna memberikan rekomendasi terhadap narapidana untuk mendapatkan program integrasi, asimilasi dan pemberian layanan, pembinaan di dalam lapas /rutan, juga dilakukan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum guna mendapatkan informasi terkait saran yang tepat bagi putusan terhadap anak di persidangan demi kepentingan terbaik bagi anak, dan untuk pelaksanaan diversi bagi anak yang memenuhi syarat diversi.

Pembimbing kemasyarakatan melaksanakan pembimbingan bertujuan memberikan tuntunan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani Klien dan Klien Anak.

Pengawasan dilakukan oleh PK terhadap klien pemasyarakatan yang melaksanakan pembimbingan. Dan jika klien melakukan pelanggaran PK juga dapat melaksanakan pencabutan pembimbingan terhadap klien berdasarkan syarat umum (melakukan pelanggaran hukum kembali dan ditetapkan sebagai tersangka/narapidana) dan syarat khusus (meimbulkan keresahan dalam masyarakat, tidak melaksanakan wajib lapor kepada Bapas sebanyak 3 kali berturut turut, tidak melaporkan perubahan alamat / tempat tinggal, tidak mengikuti program pembimbingan Bapas).

Disamping itu juga melakukan pengawasan terhadap hasil keputusan dan penetapan pengadilan terhadap anak. Pendampingan dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, pada saat awal penyidikan sampai adanya putusan atau penetapan oleh pengadilan terhadap anak.

Merujuk kepada Permenkumham RI Nomor 35 tahun 2018 tentang Revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan, tugas Pembimbing Kemasyarakatan melalui penelitian kemasyarakatannya dilibatkan dalam pelaksanaan perubahan perilaku, pemenuhan kebutuhan dan perlindungan HAM dalam proses penyelenggaraan pemasyarakatan. Semua itu dilakukan untuk menilai tingkat resiko dan penempatan terpidana, memberikan rekomendasi kebutuhan pembinaan narapidana sesuai tingkat klasifikasi lapas, dan rekomendasi pemindahan narapidana. Untuk hal tersebut Pembimbing kemasyarakatan melakukan asesmen terhadap terpidana dan narapidana.

Demikian komplek dan beratnya tugas seorang Pembimbing Kemasyarakatan tersebut, guna menunjang kinerja dan karier serta masa depan Pembimbing kemasyarakatan saat ini, Kementerian Hukum dan HAM RI, melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berdasarkan persetujuan dari kemenpan RB dan Kementerian Keuangan telah menyetujui petugas Pembimbing Kemasyarakatan dijadikan sebagai Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan. Dan ini bertujuan untuk mengapresiasi dan mendukung kinerja pembimbing kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas tugasnya yang semakin berat dan menantang.

Demikian sekelumit gambaran terkait pembimbing kemasyarakatan yang dapat Penulis sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *