JS: Terduga Korupsi Anggaran Rutilahu, Mangkir dari Panggilan Kejari Kotamobagu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, KOTAMOBAGU – Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu Bapak Hadhiyanto SH, membeberkan kepada sejumlah awak media bahwa, pada, Senin 5 April 2021 terduga korupsi RTLH Bolmong tahun 2019, Inisial JS (Pelaksana) sudah dilayangkan pangilan ke tiga oleh jaksa penyidik.” Ujar Kajari.

Lanjut kajari, Jika panggilan ke tiga ini bersangkutan mangkir lagi, Maka pasti bersangkutan harus dijemput paksa di kediamannya.

“Panggilan pertama bersangkutan beralasan sakit, lanjut panggilan ke dua tanpa alasan, maka jaksa penyidik melayangkan panggilan ke tiga lagi hari ini, 5 April 2021 untuk keperluan pemeriksaan atas dugaan korupsi kucuran anggaran bantuan dari kemensos RI tersebut,” Ucapnya.

Disinggung kapan dilakukan penetapan tersangka atas dugaan kasus korupsi RTLH bolmong ini. Kajari menjawab, Rekan wartawan tunggu saja. ” tentunya Semua kami periksa dulu untuk dimintai keterangan seputar permasalahan itu. baru setelah itu akan di gelar dan selanjutnya dilakukan yang namanya penetapan tersangka berdasarkan hasil pembuktian bahwa unsurenya terpenuhi.” Tegas Pria yang di kenal tegas ini pada awak media.

Perlu diketahui bahwa dugaan kasus korupsi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bolmong bergulir sejak tahun 2020. Beberapa indikasi kuat atas dugaan penyalagunaan bantuan tersebut diantaranya, belum tuntaskan beberapa unit rumah yang semestinya sudah selesai dibangun dan ditempati oleh penerima.

Dana bantuan RTLH ini bersumber dari kementrian sosial (Kemensos RI) tahun 2019, dengan total anggaran bantuan berkisar Rp 750 juta rupiah.

Dari total pagu bantuan kemensos RI ini. Terbagi di beberapa desa di dua kecamatan di bolmong. Yakni, Kecamatan lolak dan kecamatan bolaang.

Untuk Kecamatan Lolak. antara lain, Desa Lolak, desa Motabang dan desa mongkoinit. Sementara untuk kecamatan bolaang masing masing desa Ambang, desa lolan, desa tadoy dan beberapa desa lainnya.

Menariknya, Ketika anggaran bantuan ini dicairkan, Kuat dugaan sebagian besar tidak di pergunakan pada pembangunan fisik RTLH tersebut. Melainkan ada indikasi kuat dana ratusan juga yang dicairkan melalui salah satu bank itu, di bagi dan di pinjamkan ke beberapa oknum. Inilah yang harus ditelusuri oleh penyidik kejaksaan atas belum tuntasnya realisasi fisik RTLH bolmong tersebut serta aliran dana itu mengalir kemana.

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *