Kasasi kasus pembunuh Hakim Jamaluddin ditolak Makamah Agung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Permohonan kasasi yang diajukan Zuraida Hanum, selaku otak pembunuhan berencana terhadap suaminya sendiri, Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri Medan, ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Selain Zuraida, kasasi dua eksekutor pembunuhan Jamaluddin, yakni M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi juga ditolak.

Dengan begitu, ada tiga pelaku yang dihukum pidana mati, karena terbukti bersalah menghabisi nyawa Jamaluddin, sudah berkekuatan hukum tetap (inkracth).

“Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) NO (Niet Ontvankelijke Verklaard), kasasi terdakwa tolak,” demikian bunyi amar putusan dalam website MA, Minggu (4/4/2021).

Untuk perkara Zuraida dan Reza, duduk sebagai Ketua Majelis Hakim, Suhadi dengan hakim anggota, Soesilo dan Desnayeti. Perkara itu diketok, Selasa (30/3/2021), dengan Panitera Pengganti (PP) bernama Nursari Baktiana.

Sementara perkara M Jefri Pratama, duduk sebagai Ketua Majelis Hakim, Andi Abu Ayyub Saleh dengan hakim anggota, Hidayat Manao dan Soesilo. Perkara ini diketok, 16 Maret 2021 dengan PP, Agustinus Yudi Setiawan.

Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum mati, Zuraida Hanum, M Jefri Pratama dan M Reza Pahlevi.

Sedangkan majelis hakim PN Medan, diketuai Erintuah Damanik, menghukum Zuraida Hanum dengan pidana mati.

Sementara M Jefri Pratama alias Jepri divonis seumur hidup penjara, sedangkan M Reza Fahlevi dihukum 20 tahun penjara.

Perlu diketahui, semula terdakwa Zuraida Hanum, isteri hakim Jamaluddin, bercerita dengan teman dekatnya, Jefri Pratama tentang prilaku suaminya yang kasar, pemarah dan sering melontarkan penghinaan serta memiliki wanita lain.

Sesudahnya, keduanya pun sering bertemu di cafe-cafe di bilangan Jalan Ringrood Medan. Hasil pertemuan itu, keduanya sepakat untuk membunuh korban.

Kemudian, terdakwa Jefri mengajak adiknya satu ayah lain ibu, terdakwa Reza untuk membantu menghabisi hakim Jamaluddin.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, Zuraida menjemput Jefri dan Reza di Graha Johor dengan mengandarai mobil Cemry Hitam.

Keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di Perumahan Royal Monaco di Kelurahan Gedung Johor Medan.

Kemudian, Zuraida menyuruh keduanya naik ke lantai-3 menunggu kedatangan korban. Tak perlu ditunggu, rupanya korban sudah berada di dalan rumah.

Berjalan waktu, korban dan terdakwa Zuraida tidur dilantai-2. Melihat korban sudah tertidur, Zuraida miscall Jefri dan Reza untuk turun ke kamar korban di lantai-2.

Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban sambil menutup wajah korban dengan bantal. Reza membantu menekan bantal, sedangkan Zuraida memegangi kaki korban.

Selang beberapa saat, korban pun tewas. Kemudian jasad korban dibuang di areal perkebunan Dusun II, Desa Sukadame, Kec. Kutalimbaru, Deli Serdang.

Puncaknya, warga menemukan jasad korban terbujur kaku di bangku tengah mobil Toyota Prado BK 78 HD.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *