Pemilik hak Ulayat Kampung Iwaka tagih janji PT. PAL

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Masyarakat adat pemilik hak Ulayat Kampung/Desa Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua yang tergabung didalam kepengurusan Koperasi Buh Bau Yamane (BBY) menganggap pihak PT. Pusaka Argo Lestari alias PT.PAL telah melakukan kebohongan atau janji palsu.

Sebab, sejak kehadirannya dan melakukan aktivitas di wilayah hak Ulayat mereka. PT.PAL disebutkan tidak merealisasikan janji yang sudah dipegang masyarakat adat pemilik hak Ulayat dimana tempat beroperasinya PT.PAL

Ratna Kanareyau sebagai salah satu pemilik hak Ulayat tanah sekaligus Sekretaris Koperasi BBY mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat diatas tanahnya sendiri.

“Sampai saat ini PT. PAL tidak punya etikad baik. Kami pemilik hak Ulayat yang tergabung di Koperasi BBY sudah berulang kali upaya mediasi tapi hasilnya nihil. Hanya janji palsu yang kami terima,” kata Ratna kepada MITRAPOL di Timika, Senin, (5/4/21).

Dijelaskan, masyarakat Iwaka sebelumnya telah menyerahkan tanah hak Ulayatnya kepada PT. PAL terhitung sejak tahun 2009 silam dengan tujuan untuk lokasi tersebut dijadikan perkebunan Kelapa Sawit. Dan pada saat itu, pihak PT. PAL berjanji untuk mensejahterakan masyarakat dari hasil kebun plasma kelapa sawit.

Namun hingga kini, hanya isapan jempol belaka yang didapat. Ironinya adalah masyarakat pemilik Ulayat hanya dihargai dengan biaya pembelian tanah sebesar Rp.75.546, per hektar per bulan.

“Kebohongan ini sudah bertahun-tahun. Kasihan masyarakat yang menjadi korban. Hnaya dikasih harapan palsu,” ujarnya.

Dengan demikian, Ia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dan DPRD agar membantu warga pribumi dalam menuntut hak-haknya diatas tanahnya sendiri.

“Kami akan kawal terus sampai titik darah penghabisan. Ini menyangkut harga diri kami diatas tanahnya sendiri. Kami harap Pemerintah dan DPRD melihat hal ini,” tuturnya.

Selaku Sekretaris BBY, dirinya menyatakan berbagai laporan terkait kasus tersebut telah dilakukan, baik di tingkat kepolisian maupun kejaksaan.

“Kami akan kawal terus dan kalau kasus ini berjalan mandek. Akan kami duduki Kantor-Kantor terkait,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, tim media MITRAPOL mencoba menghubungi pihak PT. PAL untuk meminta klarifikasi namun belum dapat dihubungi maupun ditemui.

 

Pewarta : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *