Polres Bolmong Laksanakan Pengamanan Aksi unjuk Rasa Warga di Depan Gedung DPRD Bolmong

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Ratusan warga dari 9 Desa yang ada di Bolmong dan Kotamobagu, pada, Senin (05/04/2021) melakukan aksi unjuk rasa kembali di Kantor DPRD Bolmong. Dalam tuntutannya, mereka untuk meminta kejelasan terkait ganti rugi lahan di Eks Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Tumongkang, Mopugat dan Mopuya Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolmong, yang hingga hari ini tak kunjung dibayarkan oleh pemerintah.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut Siti Nadira Manoppo dan Zainal Mokoagow yang menjadi Koordinator lapangan/penanggung jawab dengan melibatkan Massa kurang lebih 100 (Seratus) Orang

Sekitar Pukul 09.00 wita massa pengunjuk rasa bergerak dari Masing-masing Desa / Kelurahan di 9 (Sembilan) Desa yang ada di Kotamobagu dengan menggunakan R4 dan R2 menuju ke kantor DPRD Kab. Bolmong Desa Lalow Kec. Lolak

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polres Bolmong yang di Pimpin oleh AKBP Dr Nova Irone Surentu SH MH beserta jajaran agar aksi tersebut tertib dan aman dan tidak melakukan anarkis.

“Kami dari pihak kepolisian akan terus mengawal selama aksi berlangsung dan kami selalu menghimbau agar selalu tertib dan selalu ingat Protokol Kesehatan,” Ucap kapolres bolmong Akbp Nova

Masih kata Kapolres, Aksi tersebut yang di ikuti oleh 100 orang lebih di depan gedung DPRD Bolmong menuntut kejelasan ganti rugi, dalam aksi tersebut kami dari pihak Polres Bolmong meminta agar para pendemo ini jangan sampai ada yang terprovokasi oleh orang yang tek bertanggung jawab.” Cetus Nova Irone

Pada pukul 12.30 wita massa pengunjuk rasa tiba di Kantor DPRD Kab. Bolmong dan diterima oleh Ketua DPRD Kab. Bolmong Welti Komaling SE, MM bersama anggota DPRD Kab. Bolmong diantaranya: Sdr. Fazal Al Zagladi SH, MH, Sdr. Ir. I Wayan Gede, Sdr. Hi. Masri dg Masenge SE, Sdr. Supandri Damogalad S.ip, Sdr H. Ramono.

Adapun tuntutan dari Korlap aksi unjuk rasa. Zaenal Mokoagow dan Siti Nadira Manoppo Menyampaikan Aspirasi yang intinya, Kami menuntut ganti rugi tanah sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 816.K/pdt/2014 dengan seluas 1.490,5 Ha (seribu empat ratus sembilan puluh koma lima hektar) di eks permukiman transmigrasi Desa Tumokang, Desa Mopugat dan Desa Mopuya Kec. Dumoga Utara Kab. Bolmong

Menuntut jawaban ke Pemerintah Kab. Bolmong dan DPRD Kab. Bolmong atas Surat Rakyat, tentang penyelesaian berita cara rapat yang ditandatangani oleh Bupati Bolaang Mongondow, Dirjen Penyiapan kawasan dan pembangunan pemukiman transmigrasi dan direksi pelayanan pertanahan transmigrasi –ditjen pengembangan kawasan trasmigrasi tertanggal 08 Desember 2017 yang sampai saat ini tidak direspon, terkesan di abaikan, yang seharusnya bertanggung jawab.

Sampai dengan saat ini pihak pemerintah tidak serius dalam menaggapi Putusan Mahkamah Agung terkait membayar ganti rugi lahan eks transmigrasi di Kec. Dumoga Utara

Setelah melakukan negosiasi, disepakati penyampaian aspirasi dilakukan di Loby Gedung Ketua DPRD Kab. Bolmong, Welti Komaling SE, MM, Terkait Putusan pengadilan sejak tahun 2017 saya yang selalu mengawal masyarakat sampai ke Pemerintah Pusat.

Bahwa ada perubahan regulasi terkait ganti rugi yaitu 70% dari Pemerintah Pusat, 20% Pemerintah Provinsi dan 10% untuk Pemerintah Kabupaten.

“Saya sudah memerintahkan komisi 1 untuk dapat mengunjungi kementrian Desa karena masyarakat sudah menunggu terkait dengan ganti rugi. Kami berkewajiban untuk terus mengawal ini, sehingga apa yang menjadi hak rakyat harus sampai ke tangan masyarakat.” Ujar Ketua DPRD Bolmong

Kapolres Bolmong Akbp Dr Nova Irone Surentu SH MH Menyampaikan, Apa yang telah disampaikan oleh Ketua DPRD, marilah kita bersama sama untuk menunggu dan bersabar.

Terkait dengan masalah PK itu akan segera ditindak lanjuti jadi saya harap kepada masyarakat untuk tetap bersama sama menjaga keamanan.

Saya meminta kepada masyarakat, mari kita bersama-sama tetap menjaga situasi Kamtibmas diwilayah Kab Bolmong dalam keadaan aman dan kondusif.

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir pada pukul 13.10 wita dalam keadaan aman dan kondusif, Selanjutnya para ahli waris kembali ke rumah masing – masing dalam keadaan tertib dan aman.” Tuturnya.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *