Kejari Tobasa deklarasi zona integritas WBK dan WBBM

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba Sumut – Bertempat di Aula kantor Kejaksaan Negeri Tobasa, Balige, Kab. Toba, Kejaksaan Negeri Toba Samosir melaksanakan apel mengikuti apel bersama secara virtual deklarasi pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Ida Bagus Nyoman Wisman Tanu, SH.,MH, dan Kejari se-Sumut, Senin(05/03/2021).

Apel yang dipimpin langsung Kepala kejaksaan negeri Toba Samosir, Baringin Pasaribu, SH, MH tersebut diikuti oleh seluruh pegawai di Kejari Tobasa.

Usai apel, dilakukan juga penandatanganan fakta integritas WBK dan WBBM sebagai bukti komitmen Kejari Tobasa akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Toba.

Dihadapan Wartawan yang mengikuti kegiatan tersebut, Baringin menyampaikan pihaknya ke depan akan menerapkan WBK dan WBBM sebagai tolak ukur kinerja Kejari Tobasa.

“WBK merupakan tolak ukur kinerja kita. Bagaimana masyarakat dapat menerima pelayanan dari kita secara maksimal demikian juga masyarakat bisa kita layani secara maksimal dengan senyum dan sapa serta tidak kecewa dengan pelayanan yang kira berikan,” ujar Baringin.

Kajari Tobasa, Baringin Pasaribu pimpin apel virtual deklarasi pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Untuk wilayah Kejari Tobasa sendiri pihaknya mengusung Motto : Kejari Toba Tertib, Obyektif, Berwibawa dan Amanah. Dalam implementasinya, pihaknya akan memberlakukan pelayanan terpadu satu pintu dengan mengedepankan profesionalisme kerja.

Diterangkanya, Terkait penerapan WBK dan WBBM, Baringin memastikan siap menjalankannnya dalam waktu dekat.
Sesuai dengan petunjuk Jaksa Agung kita wajib melaksanakan reformasi birokrasi yang secara unggul dan maksimal. Kita berharap perubahan ini dapat dirasakan oleh masyarakat Toba terang Baringin didampingi kedua duta agen perubahan Kejari Tobasa yakni, Indra Sembiring, SH dan Cangi,SH.

“Kita juga apresiasi keseriusan pak Kajatisu dalam menerapkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), dimana pegawai terbaik dalam kurun waktu enam bulan ke depan akan menerima reward dari beliau dan sebaliknya, bagi pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Baringin.

Nantinya begitu sistem ini berlakukan, pihaknya memastikan tidak lagi menerima tamu di ruangan pegawai, tapi di ruangan khusus penerimaan tamu, baik untuk kepentingan konsultasi maupun koordinasi. “Inilah salah satu cara menjadikan Kejaksaan Tobasa menjadi kawasan bebas dari korupsi,” ujar Kajari.

 

Pewarta : Abdi. S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *