Ketua LP2BM Ali Imran Aduka, Meminta APH Bolmong usut tuntas Cukong Mafia Tanah

  • Whatsapp
Ali Imran Aduka Ketua LP2BM

MITRAPOL.com, Bolmong – Ketua lembaga pemantau pemerintah bolaang mongondow ( LP2BM ) Ali Imran Aduka mengatakan bahwa dugaan perselisihan lokasi tambang emas oleh pihak perusahan PT BDL selaku pemegang izin dan oknum berinisial JI Alias Jim, bakal menjadi preseden buruk ketika harus dibiarkan?

Lebih lanjut kata Ali Aduka, Dimana lokasi tambang emas tepatnya di perbukitan Monsi, kecamatan lolayan (Bolmong-red) setau kami awalnya dikelola oleh PT BDL, namun kemudian kuat dugaan sudah di duduki oleh oknum pengusaha berinisial JI alias Jim dan itu perlu ditindak tegas oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.

” Diminta Pemerintah maupun Kapolda Sulut tidak takut menutup lokasi tambang emas monsi dan tangkap oknum ‘cukong’ yang kuat dugaan main dilokasi tersebut,” Pintah Ali Imran Aduka, Selasa (6/04/21).

Masih Ali, Bahwa hukum tidak boleh kalah, para oknum cukong yang hanya memperkaya diri sendiri, sudah seharusnya diseret kejeruji besi agar ada efek jerah bagi mereka ketika melakukan aktivitas ilegal.

” Polda sebagai institusi negara mestinya harus bertindak tegas dan terukur berantas para mafia tambang ilegal Mining, maupun Mafia Tanah dan tidak ada kata kompromi bagi mereka yang mencuri kekayaan negara se,enaknya.” Pungkas Ali Imran Aduka, salah satu aktivis Bolmong yang di kenal kritis ini.

Perlu diketahui pada edisi Tabloidkontras.com sebelumnya, Senin (05/05/21) kemarin, salah satu penanggungjawab PT. BDL, pak donny mengatakan Bahwa sampai saat ini PT.BDL belum melakukan aktivitas dilokasi yang di maksud. ” Mohon maaf pak, untuk PT BDL hingga kini belum melakukan aktivitas pertambangan dilokasi tersebut karena ada satu permasalahan yang lagi berproses,” Tegas Donny.

Disinggung terkait apakah pihak perusahan sudah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) dan izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Donny menjawab, izinnya sudah ada pak. Tapi aktivitas belum dilakukan, disebabkan ada persoalan yang masih kami selesaikan akibat adanya kegiatan dilokasi kami yang dilakukan oleh orang lain dan itu sudah kami laporkan ke polda sulut.

” Maaf pak kami PT.BDL Telah mengantongi IUP-OP & IPPKH, namun pada bulan Maret 2019 IUP-OP Kami berakhir dan kami sudah mengajukan perpanjangan 6 bulan sebelum IUP-OP berakhir. Karena ada masalah internal atara pemegang saham, maka Gubernur selaku pemegang kewenangan (Provinsi) untuk memperpanjang IUP-OP & IPPKH, Meminta agar para pihak berdamai atau ada keputusan pengadilan Ingkra, Gub akan menandatangani perpanjangan IUP-OP & IPPKH. Namun sebelum IUP-OP & IPPKH diperpanjang, ada penumpang gelap masuk dan melakukan aktifitas (ILEGAL MINING-PETI) di Lokasih PT BDL, sejak Mei 2019 hingga sekarang. Semakin keruh dan masif ILEGAL MINING nya ketika Bulan November 2019 masuk oknum berinisial Ji alias ko Jimmy dengan kekuatan penuh,” Ungkap Donny dengan gamblang pa wartawan.

Donny menjelaskan, bahwa persoalan ini sudah lama mengendap dan Beberapa kali dilaporkan ke polda sulut, tapi belum ada kejelasan atas laporan dugaan penyerobotan lahan BDL oleh oknum tersebut.

” Kegiatan yang berjalan dilokasi BDL sudah kami laporkan, dan minggu kemarin sudah ada penindakan hukum lewat surat perintah (Sprint kapolda). Sehingga kami masih menunggu tindaklanjut perkembangan hukum atas penindakan yang dilakukan dilokasi tersebut,” Ujarnya.

Seraya menambahkan, bahwa aktivitas tambang dilokasi BDL itu bukanlah pihak perusahan. Melainkan ada oknum inisial JI alias Jimmy yang melakukan pekerjaan tambang dilokasi perusahan PT.BDL beserta pekerjanya juga bukanlah kariawan PT.BDL. melainkan pekerja yang di upah oleh mereka sendiri. Tutup Donny salah satu penanggungjawab Perusahan PT BDL.

Sayangnya Oknum berinisial JI Alias Jimmy sampai berita ini naik tayang belum berhasil dimintai konfirmasi oleh wartawan atas persoalan lokasi tambang emas monsi tersebut.

Namun kemudian Wartawanpun masih terus berupaya mencari tau keberadaan dari bersangkutan JI alias Jimmy beserta no tlpnya untuk dihubungi sehubungan kebutuhan konfirmasi terkait pemberitaan lokasi tambang yang menjadi pembicaraan publik saat ini.

Pewarta : Cr07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *