Oknum Pengacara dilaporkan Mantan Reporter TV Ke Polsek Pancoran.

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Syahrain Fatharany mantan Reporter Televisi (TV) Nasional yang akrab dipanggil Ical melaporkan Oknum Pengacara berinisial DA Ke Polsek Pancoran Jakarta Selatan. Senin, (5/4/2021).

Berdasarkan Surat Laporan Polisi yang diterimanya. Nomor: DUMAS/39/IV/2021/Sek. Pancoran, disebutkan kronologis peristiwa bongkar paksa terjadi di kediaman Ical yang terletak di Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata No. 7 RT. 006/RW. 007, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran. Jakarta Selatan.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Aiptu Supardi, SH, saat dikomfirmasi membenarkan adanya peristiwa dan pengaduan tersebut. Perbuatan Terlapor diduga merupakan pelanggaran tindak pidana pasal 406 KUHP terkait pasal pengerusakan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 10 WIB, pada saat itu pelapor tidak ditempat kediaman karena sedang dalam perjalanan pulang dari Bandung.

Kata Pelapor, “Pelaku seorang Pengacara berinisial DA yang mengaku pemilik baru rumah secara sah tapi tidak pernah menunjukan bukti kepemilikan, pihak pelaku juga dalam melakukan aksinya menggunakan palu dan linggis. Apakah benar seperti itu dan apa motifnya?, kami belum bisa pastikan karena pengaduan baru masuk kemaren, jadi kami belum tahu dan harus kita pelajari dulu,” ujar Kanit

“Saat mendengar kabar dari Sang Ibu (Diana) melalui sambugan selular (HP) sekitar pukul 13:00 WIB. Begitu terima kabar dari Ibu yang dikabari (Ros) tetangga rumah, saya kaget dong!. Karena yang melakukan hal tersebut seorang Pengacara. Mengapa seorang Pengacara berinisial DA yang mengerti hukum tetapi perbuatannya sama sekali tidak profesional. Kalau memang memiliki bukti kepemilikan kenapa tidak ditunjukan dan disampaikan dengan cara baik. Apa salahnya,” tegas Ical.

Akibat perbuatan Oknum Pengacara yang disesalkan Ical tersebut, gembok kunci rumah yang sudah puluhan tahun didiami Ical sejak kecil dengan keluarga orang tuanya itu rusak parah dan tidak bisa dipulihkan kembali seperti semula. Meskipun sudah membuat laporan Polisi, Ical mengaku belum tahu pasti apakah ada barang milik saya yang hilang.

“Selain gembok kunci rumah yang rusak parah, dari bekas sepatunya pelaku juga masuk sampai ke kamar, dapur dan kamar mandi segala. Itukan ruang privasi dan banyak barang pribadi. Menurut pengakuan saksi mata (Ros) yang mengetahui kejadian langsung, DA bersama 7 orang temannya membongkar gembok rumah dengan linggis dan martil,” jelas Ical.

Disisi lain, kuasa hukum Ical, Tonin Tachta Singarimbun, SH dan Julianta Sembiring, SH yang mendampingi pelapor di Polsek Pancoran, mengatakan ada indikasi unsur sengaja oleh pelaku karena malam sebelum melakukan aksinya ada saksi mata melihat mereka sudah datang.

“Seharusnya Polisi memberikan pasal berlapis, bukan hanya pasal 406 pengerusakan kecil, tapi pengerusakan besar (Pasal 170) karena tidak bisa pulih seperti semula dan harus diganti. Sudah ada perencanaan, menggunakan linggis dan martil, kekerasan dan memasuki ruang privasi rumah orang lain. Mengapa hanya satu pasal?. Kita lihat dan tunggu apakah Polisi berani cepat mentersangkakan dan menangkap pelaku (Terlapor),” pungkas Tonin.

 

 

Pewarta : Herman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *