SMA Negeri 6 Metro Deklarasi Sekolah Ramah Anak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – SMA Negeri 6 Metro mendeklarasikan diri sebagai sekolah ramah anak, Rabu (7/4/2021). Deklarasi di hadiri, Kadis PPPA Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, Kacabdin Wil V Indarti, Kadis PPA KB Kota Metro Prayetno, Fasnas SRA Sowiyah, Kapolsek Metro Selatan Yofi Kurniawan serta Kepala Puskesmas Margorejo.

Dalam sambutannya Fitrianita Damhuri, selaku Kadis PPPA Provinsi Lampung, menyampaikan, bahwa indikator Sekolah Ramah Anak antara lain, tidak ada bullying, tidak ada kekerasan, tidak ada diskriminasi, tidak ada senioritas yang akan menekan adik kelasnya. Juga ada inovasi untuk lebih memberi ruang bagi partisipasi siswa.

“ Tujuannya agar bagaimana proses belajar mengajar lebih menyenangkan siswa, yang nantinya akan berdampak pada prestasi bagi siswa maupun sekolah. Indikator Sekolah Ramah Anak yakni, tidak ada bullying, kekerasan, diskriminasi, senioritas yang akan menekan adik kelasnya. Juga ada inovasi untuk lebih memberi ruang bagi partisipasi siswa,” ujar Fitrianita.

Selain itu, perlunya dukungan dari semua pihak termasuk keluarga,guru dan masyarakat sebagai pusat pendidikan terdekat bagi anak.

“Perlunya dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat,mengingat itu adalah pusat pendidikan terdekat bagi anak. Selain itu titik tekan kekuatan sekolah utamanya pada kualitas guru, tanpa mengabaikan faktor lain. Dikarenakan Guru memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pembelajaran yang bermutu. Guru tidak harusnya mengajar tapi lebih dari itu, memiliki rasa kecintaan kepada anak, memahami dunia anak, dan mampu mendekati anak dengan tepat,” ungkap Fitrianita.

Sementara itu, Sunarti sebagai Kepala SMA Negeri 6 Metro mengucapkan, terima kasih atas komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah ramah anak.

” Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Deklarasi Sekolah Ramah Anak merupakan tekat atau komitmen seluruh warga SMA Negeri 6 Metro. Yakni untuk mewujudkan secara sadar sekolah yang menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan. Secara terencana dan bertanggung jawab di sekolah. Prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak. Oleh sebab itu, guru-guru perlu mengetahui tentang pencegahan kekerasan, termasuk cara alternatif dalam mendidik dan mendisiplinkan anak tanpa melukainya. Inilah peran strategis sekolah mencegah kekerasan terhadap anak. Terpenting adalah “Anak Senang, Guru Tenang, Orang Tua Bahagia,” jelas Sunarti.

Sebagaimana dalam bunyi pasal 4 UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *