Seorang Pemuda di Kota Pekalongan terpukul saat Motor kesayangan pindah tangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jateng – Seorang pemuda berinisial Bahrul (27) terkejut mendengar motor kesayangan saat di pakai oleh adik kandung nya, telah di giring ke kantor Wom Finance pada Tgl 27 Maret 2021, oleh orang yang mengaku dari pihak Wom Finance. Miris motor tersebut ternyata di dapat melalui keridit pembiyaan dari Wom Finance Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah (12/04/2021).

Kepada MITRAPOL.com, Bahrul mengaku konsumen Wom Finace Pekalongan mengatakan,”Saya kredit motor tersebut sudah melakukan ansuran selama kurang lebih 16 kali ansuran, tiap kali ansuran saya membayar sejumlah 437,000 rupiah dan untuk pelunasan saya kurang 8 kali ansuran, memang keadaan saya ahir – ahir ini mengalami tidak setabil dalam ekonomi sehingga saya belum bisa melakukan pembayaran dengan tepat waktu kepada Wom Finance Pekalongan. Saya saat itu Tgl 12 Maret 2021 di datangi oleh dua orang yang berinisial MM (30) beserta rekan nya, mengaku dari pihak Wom Finance Pekalongan dan minta uang 300,000 rupiah katanya untuk biaya unbblok atau biaya tagih, padahal jika saya terlambat ansuran sudah dikenakan denda oleh pihak Wom Finance,” ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut pihak konsumen mengadu untuk mencari keadilan melalui Lembaga Perlindungan Konsumen Badan Advokasi Indonesia Wilayah Jawa Tengah.

Bahrul menambahkan,”Saya bingung sebab saya komunikasi ke pihak Wom Finance Pekalongan seakan – akan di abaikan, makanya saya minta pendampingan ke pengurus LPK RI BAI DPW JATENG, untuk bisa mendampini atau mewakili dan atau menindaklanjuti masalah yang saya hadapi,” imbuhnya.

Di tempat terpisah pengurus LPK RI BAI DPW JATENG, R Choerul, A, mengatakan,” Iya pada Jum’at 02 April 2021 datang seorang mengaku bernama Bahrul, menghadap ke pengurus LPK RI BAI untuk mencari keadilan tentang masalah yang di hadapi dengan pihak Wom Finance Pekalongan, setelah mendapat pengaduan kami pengurus LPK RI BAI DPW JATENG, melakukan mediasi bersama karyawan Wom Finance Pekalongan, pihak konsumen siap membayar pelunasan 8 kali ansuran, akan tetapi pihak Wom Finance Pekalongan belum bisa menerima, pihak Wom Finance meminta untuk membayar biaya tarik serta denda keterlambatan, dengan adanya mediasi yang berkelanjutan ahir nya membuahkan hasil mufakat,” ungkapnya.

 

 

Pewarta : Herry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *