Ungkap kasus tindak Pidana Polres Ketapang selama Operasi Pekat di Tahun 2021

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Polres Ketapang menggelar Perss Release hasil dari Operasi Pekat Kapuas 2021 yang terlaksana selama 2 pekan oleh Jajaran Polres Ketapang di halaman Polres Ketapang, Senin (12/4/2021).

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono.S.IK,.MH, mengutarakan,”Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Pekat Kapuas 2021 yang dimulai dari tanggal 26 maret sampai tanggal 11 April 2021,Polres Ketapang telah berhasil mengungkap sebanyak 242 Kasus dengan rincian 49 kasus tindak pidana dengan 70 orang tersangka naik ketahap penyidikan,sedangkan 193 kasus lainnya dilakukan pembinaan,” ucapnya.

Lebih lanjut Kapolres Ketapang menerangkan, Adapun rincian kasus yang berhasil diungkap jajaran Polres Ketapang,Kasus Narkoba sebanyak 24 kasus dengan tersangka 33 orang ( 31 laki laki,2 Perempuan ) dengan total barang bukti yang diamankan,Sabu seberat 224,87 Gram Bruto,Pil Inex sebanyak 66,5 butir serta uang tunai sebesar Rp 251.312.000.

Untuk pasal yang disangkakan keoada para pelaku adalah pasal 112 dan pasal 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan atau denda paling banyak 10 milyar , Terang Kapolres Ketapang.

Kapolres menambahkan, untuk kasus Judi sebanyak 15 kasus dengan tersangka 27 orang ( 23 laki laki,4 Perempuan ) dengan total barang bukti yang diamankan, 108 lembar kartu Remi box,3 buah buku nota togel,3 buah Handphone,1 buah lapak,3 buah dadu serta uang tunai sebesar Rp 17.987.000.

Untuk pasal yang disangkakan kepada para pelaku adalah pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak 25 juta rupiah.

Untuk kasus Miras, dari 52 kasus yang diungkap,sebanyak 4 kasus miras yaitu produksi miras rumahan naik ketahap penyidikan dengan tersangka 4 orang dengan jumlah barang bukti,1 Drum arak olahan,24 jerigen arak ukuran 20 liter,1 buah panci besar,3 kantong ragi ukuran 1 kilo gram dan 10 karung gula ukuran 25 kilo gram dan keempat pelaku produsen Miras terancam dengan Pasal 204 KUHP tentang perbuatan menjual bahan makanan yang dapat membahayakan orang lain dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Untuk 48 kasus miras lainnya dilakukan pembinaan karena hanya menjual miras dengan skala kecil ( beberapa botol ) untuk pembinaan sendiri berbentuk pembuatan surat pernyataan oleh para pelaku penjual miras untuk tidak menjual miras lagi yang disaksikan dan ditanda tangani oleh Forkopimcam setempat.

Berikut kasus Prostitusi,sebanyak 41 kasus prostitusi yang diungkap melalui razia di hotel dan penginapan yang mana semuanya dilakukan pembinaan dikarenakan para oknum pelaku prostitusi kesemuanya sudah berumur dewasa,semua pelaku tidak ada yang dalam terikat pernikahan,serta dilakukan dengan suka sama suka sehingga hanya dibuatkan surat peryataan untuk tidak mengulangi perbuatanya lagi.

Untuk kasus Premanisme,dari 37 kasus premanisme,sebanyak 2 kasus naik penyidikan yaitu kasus pencurian Handphone dengan membawa senjata tajam serta kasus aniaya ditempat hiburan dengan tersangka 2 orang,dengan barang bukti 1 buah parang,1 buah pisau,8 kantong plastik miras jenis arak dan 3 botol miras arak putih,keoada pelaku diterapkan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman 4 tahun penjara serta pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman 3 bulan penjara,untuk 35 kasus premanisme lainnya dilakukan pembinaan karena dalam kasus ini hanya ditemukan pelanggaran seperti berkumpul ditempat keramaian sembari mengkonsumsi miras dan serta dengan menggangu ketertiban umum.

Selanjutnya kasus Petasan,sebanyak 18 kasus petasan dengan jumlah barang bukti disita 52 kotak Petasan terdiri dari bermacam merek dan 12 ikat kembang api dan kesemuaanya dilakukan pembinaan dikarenakan oknum pelaku hanya menjual petasan dalam skala kecil berupa lapak petasan serta petasan yang dijual berkategori mainan anak anak.

Untuk kasus Sajam sebanyak 54 kasus senjata tajam dengan barang bukti yang disita sebanyak 54 bilah parang dan kesemuanya dilakukan pembinaan dikarenakan saat para oknum warga yang dilakukan razia sajam,kesemuanya membawa senjata tajam untuk keperluan alat kerja,. Ungkap Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono S.IK,.MH. saat gelar Press Release di halaman Polres Ketapang.

Operasi Pekat Kapuas ini digelar dalam rangka untuk menekan angka kriminalitas dengan tujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman khusus nya di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat,. Tutup Kapolres Ketapang kepada awak media.

 

 

Pewarta : Roy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *