Belasan Bangunan Kios Bermunculan, Pemkot Metro di Minta Bisa Tertibkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Munculnya belasan bangunan kios di sepanjang Jl.AR Prawira Negara, Kota Metro menambah pemandangan semrawut dan seperti kurang tertatanya wajah perkotaan. Keberadaan kios – kios tersebut baru beberapa bulan lalu, menjual beraneka ragam jenis mulai dari makanan,pakaian hingga pangkas rambut.

Selain itu,keberadaan bangunan kios tersebut sangat mengganggu pengendara dikarenakan berada dekat dengan badan jalan. Sehingga ketika kendaraan yang berhenti untuk berbelanja,dapat menganggu pengendara lainnya yang melintas.

Hal tersebut dikeluhkan, Aris warga Metro pengendara mobil yang melintas. Ia benpendapat bahwa keberadaan kios – kios di sepanjang jalan AR.Prawiranegara Kota Metro, nantinya banyak menimbulkan permasalahan baru.

” Keberadaan kios – kios tersebut dapat menimbulkan permasalahan baru bagi pemerintah. Pasalnya sejumlah pedagang tersebut sudah membuat toko semi permanen. Apabila akan ada penggusuran oleh pemerintah,pasti minta ganti rugi. Bukan hanya dijalan ini saja,seharusnya pemkot dapat menertibkan bangunan liar lainnya di seluruh jalan protokol yang ada di Kota Metro ,” ungkap Aris kepada Mitrapol.com, Selasa ( 13/4/2021 ).

Aris menambahkan, Seharusnya pemerintah dan dinas terkait tanggap dalam melihat permasalahan terhadap bangunan – bangunan kios liar di Kota Metro.

” Waktu membangun kios – kios itu cukup lama. Seharusnya pihak kelurahan sebagai pemerintah terendah, dapat melihat dan melaporkan apa yang terjadi di bawah. Jangan sampai ada laporan atau bangunan kios sudah berdiri dan berjualan,baru disidak. Justru membuat permasalahan baru bagi pemerintah ,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Widodo salah satu warga Bandar Lampung mengatakan, bahwa bangunan kios – kios berada di badan jalan dapat membuat buruknya wajah sebuah kota.

” Sayang mas, kalau Kota Metro ini tidak ada penataan wilayah. Melihat kios – kios saat ini bermunculan disepanjang jalan protokol di Kota Metro. Jika memang ada aturan yang mengatur tata cara pembangunan sebuah tempat usaha. Harusnya Perda itu dijalankan, jangan seperti ini terlihat tidak ada penataan oleh pemerintah. Mulai dari penataan para pedagang di pasar cendrawasih,pasar Tejoagung yang masih semrawut. Artinya perlu kesadaran dan kerjasama masyarakat bersama pemerintah dalam membangun Kota Metro kedepan agar lebih maju “, tutupnya.

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *