Live YouTube kendaraan penunggak pajak di Samsat Medan Utara, dua Youtuber divonis 16 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Terbukti sebarkan Live Youtube kendaraan penunggak pajak di Samsat Medan Utara, Youtuber Joniar M. Nainggolan (45) dan Benni Eduward Hsb (39), divonis masing-masing 8 bulan penjara.

Putusan itu disampaikan Majelis Hakim diketuai Ahmad Sumardi yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-4 Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/4/2021).

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti bersalah, dengan sengaja secara tanpa hak, menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

Para terdakwa, papar majelis hakim, melanggar Pasal 45 ayat 3 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik ( ITE).

Putusan majelis hakim sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Medan, Candra Priono Naibaho yang telah menuntut kedua terdakwa masing-masing 8 bulan penjara.

Perlu diketahui, peristiwanya Selasa 11 Agustus 2020 sekira pukul 06.30 wib, terdakwa Joniar M. Nainggolan dan Benni Eduward Hsb berkeliling melihat aktifitas diseputaran Samsat Medan Utara Jalan Putri Hijau Medan.

Kemudian keduanya mengecek kendaraan mobil yang terpakir dibelakang kantor Samsat dengan menggunakan pengecekan telkomsel (kode USSD) dengan mengetik *368*117#.

Lalu, kedua terdakwa menemukan beberapa kendaraan yang menunggak pajak dan beberapa kendaraan tidak ditemukan datanya dan ada juga beberapa kendaraan yang diduga bodong.

Dengan adanya temuan itu, kedua terdakwa membuat live youtube dengan menggunakan account youtube bernama Joniar News Pekan dengan judul awal “Sidak di Samsat”,

Selanjutnya para terdakwa langsung live di media sosial youtube dengan berkeliling ke samping, depan dan kebelakang kantor Samsat Putri Hijau Medan.

Saat live youtube pada durasi awal 00.01, terdakwa mengatakan, bahwa masih banyak oknum yang menggunakan kendaraan bodong”,

Kemudian pada durasi 02.00 terdakwa mengatakan “mereka bertugas di Dit Lantas tapi tidak taat pajak”,

Lalu pada durasi 02.12 terdakwa mengatakan “kenapa di areal Samsat Putri hijau banyak sekali ditemukan kendaraan bodong” lalu pada durasi 02.25, kedua terdakwa mengatakan “BK 1212 JG 3,7 juta nunggak pajak”

Kemudian pada durasi 07.24, saat itu saksi korban Johanes Ginting berdiri disamping mobilnya Honda Jazz BK 1212 JG, maka para terdakwa memperlihatkan mobil BK 1212JG, lalu berkata “petugas pajak kenapa nunggak pajak”,

Kemudian setelah selesai live, kedua terdakwa mengupload atau menyebarkan video tersebut di account youtube dengan nama Joniar News Pekan, dengan upload video berjudul kalimat #VIRAL#PUNGLI#RAZIA SIDAK DI SAMSAT POLDASU Banyak Diduga Plat Bodong.

Kemudian sekira pukul 16.00 wib, saksi korban Johanes Ginting dihubungi oleh saksi Mhd. Saleh yang memberitahukan, account youtube Joniar News Pekan telah mengupload video berjudul kalimat #VIRAL#PUNGLI#RAZIA SIDAK DI SAMSAT POLDASU Banyak Diduga Plat Bodong digunakan oknum Part 1

Dengan video durasi 22.46 menit tersebut di samping dan belakang kantor samsat putri hijau di Jalan Putri Hijau Kec. Medan Barat yang memperlihatkan saksi korban sedang berada disamping mobil miliknya Honda Jazz BK 1212 JG.

Kemudian mendengar informasi tersebut maka saksi korban langsung melihat account youtube Joniar News Pekan milik terdakwa.

Terlihat video saksi korban sedang berdiri disamping mobil Honda Jazz BK 1212 JG miliknya,
sambil terdakwa mengatakan “petugas pajak kenapa nunggak pajak” dan sebelumnya terdakwa mengatakan “BK 1212 JG 3,7 juta nunggakpajak”

Saksi korban tidak menerima perbuatan kedua terdakwa, tanpa ijin telah menyebarkan informasi yang tidak benar terhadap dirinya, sebagai pribadi dan sebagai petugas pajak.

Sebab pajak mobil milik saksi korban tidak tertunggak seperti apa yang disebarkan oleh para terdakwa dalam video account youtube yang diupload di Joniar News Pekan

Informasi yang disebarkan para terdakwa dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu terhadap petugas pajak khususnya di Samsat Putri Hijau Medan.

Apalagi account youtube Joniar News Pekan telah memiliki 105.000 subscribers.Selanjutnya saksi korban melaporkan perbuatan para terdakwaI ke Polrestabes Medan.

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *