Tuntut Kompensasi, 7 Kepala Desa Bersama Warga Hadang Armada Logistik PT Bumi Suksesindo

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyuwangi – Aksi penghadangan armada angkut Logistik PT Bumi Suksesindo kembali terjadi, kali ini penghadangan dilakukan oleh ratusan warga dari 7 desa yang ada di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Bangorejo dan Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Senin malam (12/4/2021).

Dalam aksi tersebut hadir 2 Kepala Desa dari wilayah Kecamatan Siliragung yakni Kepala Desa Kesilir dan Kepala Desa Seneporejo, sedang dari wilayah Kecamatan Bangorejo hadir 5 Kepala Desa, yakni Kepala Desa Sukorejo, Kepala Desa Kebondalem, Kepala Desa Sambimulyo, Kepala Desa Sambirejo, Kepala Desa Ringintelu.

KepalaDesa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo Andik Santoso pada wartawan mengatakan bahwa aksi tersebut mereka lakukan untuk menuntut kompensasi dari pihak PT BSI kepada setiap desa yang ada di Kecamatan Siliragung dan Kecamatan Bangorejo.

“Bagaimanapun wilayah Kecamatan Bangorejo dan Siliragung khususnya beberapa desa wilayahnya setiap saat dilalui oleh armada PT BSI, jadi sudah seharusnya kita juga dapat kompensasi dari sana,” jelas Andik Santoso.

Kepala Desa Kandangan yang juga merupakan Ketua Forum Silaturahmi Kepala Desa, Riono, SH yang juga hadir dalam aksi mengatakan bahwa kehadiranya merupakan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Ketua Forum Silaturahmi Kepala Desa, guna menjembatani desa-desa yang ada di Dapil 4 ketika ada permasalahan dengan PT Bumi Suksesindo.

“Tadi dari pihak PT BSI yang hadir ada Pak Yupi, selaku Manajer Humas didampingi Pak Yongki dan Pak Makin, serta satu lagi saya lupa namanya. Hasil dari aksi malam ini telah disepakati untuk desa-desa segera membuat proposal pengajuan, setelahnya kita rapat ulang menyerahkan proposal itu atas dasar tanggapan dari PT BSI,” papar Riono SH.

“Alhamdulillah untuk acara malam ini berjalan dengan lancar,” kata Riono SH mengakhiri statmentnya.

Pewarta : Adi. P

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *