Ngaku Wartawan, Rumah Pribadi Diduga dijadikan gudang rokok ilegal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Keberadaan salah satu rumah pribadi milik warga yang diduga dijadikan gudang tempat penyimpanan dan sekaligus menjual rokok ilegal. Rumah pribadi tersebut milik ijul adalah warga yang beralamat di Kampung Banten 56 Sumber Gede Pasar Sekampung, Lampung Timur.

Saat dikonfirmasi tim media, Yati sebagai istri Ijul mengakui, bahwa rumahnya adalah tempat gudang penyimpanan rokok. Namun, ia berdalih tidak menjual dan menyimpan rokok – rokok ilegal.

” Rumah ini memang gudang dan kami hanya menjual rokok apache. Kalau rokok merk Rastel,Bosini dan R9 sekarang barangnya sudah habis, yang kami jual saat ini hanya rokok apache,” kata Yati di wawancarai tim media, Kamis ( 15/4/2021) sore .

Sebelumnya sang pemilik rumah ( ijul.red ) tidak berada dirumah. Namun, pada saat diwawancarai, Ijul datang dan menemui awak media. Ia mengaku sebagai wartawan serta menjelaskan tidak pernah menjual rokok – rokok ilegal.

” Yang sopan pak, saya juga wartawan ,” ucapnya.

Atas pengakuannya ( ijul.red ) sebagai wartawan, kemudian tim media terus menggali dengan lebih lanjut informasi ia tergabung di media cetak/online.

” Dulu memang iya, tapi sekarang sudah tidak lagi ,” kata Ijul.

Akhirnya, ketika dipertanyakan dari media cetak /online mana, ijul sang pemilik rumah tidak tahu dan enggan berkomentar. Selain itu, informasi yang di peroleh tim media dari masyarakat sekitar, serta barang bukti yang ada dengan membeli di toko ijul. Ada empat jenis rokok yang diduga ilegal,yakni :

1. Rokok merk.Rastel Filter isi 12 btg
2. Rokok merk.R9 Mild Filter isi 12 btg
3. Rokok merk.R9 Black Filter isi 12 btg
4. Rokok merk.Bossini Filter isi 12 btg

Terkait hal itu, ada berbagai cara/modus dalam peredaran rokok – rokok ilegal tersebut :

1. Rokok tanpa pita cukai :
Rokok di peredaran bebas yang tidak dilengkapi dengan pita cukai pada kemasannya (polos) dapat dipastikan sebagai rokok ilegal.

2. Rokok dengan pita cukai palsu :
Pada pita cukai terdapat fitur pengaman seperti halnya pada uang kertas. Untuk mengecek keaslian pita cukai pada kemasan rokok, dapat memperhatikan
cetakan pita cukai. Pada pita cukai asli, cetakannya tajam. Kertas pita cukai. Pada pita cukai asli, kertasnya tidak berpendar jika disinari UV. Hologram. Pada pita cukai asli, hologramnya akan terlihat berdimensi jika dilihat dari sudut yang berbeda.

3. Rokok dengan pita cukai bekas :
Untuk mengenali rokok dengan pita cukai bekas pakai, dapat dilakukan dengan memperhatikan adanya lipatan, sobekan, atau bekas lem tambahan pada pita cukai.

4. Rokok dengan pita cukai berbeda :
Produk rokok yang pada kemasannya ditempeli pita cukai yang salah personalisasi dan salah peruntukan.Untuk mengetahuinya, dapat membandingkan nama perusahaan yang memproduksi terlihat pada bagian bawah atau samping kemasan rokok dengan kepemilikan pita cukai dapat dilihat dari kode personalisasi pada pita cukai.

Sedangkan ancaman pidana bagi pengedar dan penjual rokok ilegal termasuk melakukan pelanggaran yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran pidana. Sanksi untuk pelanggaran tersebut mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 54 berbunyi:
“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,”

Kedepan, tim media akan membawa sample/contoh rokok – rokok yang sudah diperoleh ke pihak yang berwenang dalam hal ini Bea dan Cukai yang ada di Provinsi Lampung.

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *