Waduh! komoditi program BPNT di kp Sawera Desa Pasir Loa, Sindangresmi di sunat oknum RT

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Program BPNT di kampong Sawera Desa Pasir Loa kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang Banten diduga kuat menjadi lahapan penyunatan yang dilakukan oleh oknum RT untuk komoditi yang diterima oleh kpm.

Dugaan ini diperkuat dari pengakuan dari kpm yang dimana namanya enggan disebutkan ini ke Mitrapol.com memaparkan kekecewaannya dan merasa tidak sesuai dengan jumlah uang yang harus didapatkan yaitu untuk 2 pagu sebesar 400 ribu.

Iya jelas pak,kami tidak pernah mengetahui berapa harga yang dibelanja ke e-warung dikarenakan kami hanya dirumah dan kks kami selalu dipegang oleh seseorang.”jelasnya. kamis,15/4/21

Untuk program kali ini kami harus menerima 2 bulanan yaitu maret dan april berarti dua bulan ataupun 2 pagu.tambahnya

Kami menerima komoditi pada hari rabu,14 april 2021 satu hari yang lalu,yaitu beras 1karung utuh yang diperkirakan 10kg dan dengan satu karung yang sudah dibuka dan kami timbang hanya 7kg, berarti keseluruhannya hanya 17kg yang seharusnya kami menerima beras 20kg untuk dua pagu,” paparnya.

Ditambahkannya, untuk buah kami juga bingung kami hanya menerima satu kantong buah yang isinya 6 biji, dimana buah apelnya 3 biji dan buah pirnya 3 biji, jelas kami tidak mengetahui harganya.

Sedangkan telor kami biasanya menerima 15 butir berarti untuk dua pagu harus 30 butir untuk yang dua pagu ini saya menerima 26 butir berarti hilang sejumlah 4 butir,” paparnya.

Melalui pesan whatshapnya, Adang selaku TKSK Kecamatan Sindangresmi ke Mitrapol.com terkait kejadian adanya pengambilan oleh oknum RT semalam sudah dimusyawarahkan atas kejadian tersebut.

“Untuk komodity itumah semalam Sdh di musyawarahkan katanya dengan RT setempat, untuk KKS yang di pegang agen/an. Nur itu memang dititipkan oleh KPM ke ibu Nur”

Ditambahkannya, Jadi kalau sudah di ambil dari tempat agen kita mah Sudah tidak berhak lagi, itu mah tergantung Kebijakan KPM mau ngasih atau tidak ke orang lain,” katanya.

Adang juga menerangkan untuk KKS dipegang oleh ketua kelompok, “Menurut info dari agen bahwa KKS bukan d simpan d agen tpi di ketua klompok PKH, jadi kalau pas mu pencairan sembako agen yang tlp ketua klompok PKH agar segera di lakukan transaksi sudah itu dikembalikan lagi ke ketua kelompok,” terangnya.

Ditegaskan Adang “Tapi semua kartu harusnya dipegang KPM bkn oleh ketua klompok, Dan itu sudah menjadi aturan, tapi yang namanya di kampung susah KPM nya ga mau pusing dan ga mau ribed dengan pencairan padahal itu haknya”

Ditempat terpisah Royen Siregar selaku ketau Lembaga Swadaya Masyarakat SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten menyoroti tentang hal yang dialami oleh para kpm yang di kp.Sawera Desa Pasir Loa ini harus ditindak tegas dan perlu pantauan dari timkor yang sudah dibentuk, baik dari dinas sosial,dan tingkat paling bawah yaitu timkor kecamatan untuk program BPNT ini.

Kasihan masyarakat hampir berapa tahun masyarakat tidak memegang KKS, siapa yang bertanggung jawab,mereka harusnya dikumpulkan bersama e-warung sebelum pendistribusian, barang apa yang diinginkan kpm dengan jumlah uang Rp.200.000/bulannya.

Sedangakan menurut pengakuan kpm bahwa mereka pernah dikatakan saldonya kosong tau taunya ada,ini jelas patut kita duga pasti ada dalangnya,” tegas Royen.

KPM tidak pernah mengetahui apa yang akan dibelanjakan, KKS nya dipegang oleh oknum ketua kelompok PKH kan gak nyambung, ko bisa ketua kelompok PKH yang megang KKS program BPNT.” paparnya.

Pasalnya, penyaluran BPNT masih dalam bentuk paketan, padahal pedoman umum, KPM bisa membeli komoditi menggunakan kartu dengan cara digesek di agen e-warong.” terang Royen.

Nyatanya, kartu itu hanya digesekkan oleh seseorang di agen penyaluran BPNT. Pin KPM tercatat di kartu itu, sehingga mereka hanya menerima komoditi dirumah saja dalam bentuk paketan.

Sedangkan yang terjadi dikp.sawera ini tanpa kordinasi dengan kpm oknum RT sunat komoditi secara gamblang.apa memang ada aturan seperti itu.” tegasnya.

TIM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *