Restorative justice, Kejari Medan Hentikan penuntutan tersangka Hengky

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Kejari Medan menerapkan restorative justice (RJ) dengan menghentikan penuntutan terhadap perkara penganiayaan atas nama tersangka Hengky.

Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah menerangkan, penerapan RJ berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Mengutip pers relis Kejari Medan, Senin (19/4/2021) disebutkan, kriteria RJ, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan ancaman hukumannya tidak lebih dari 5 tahun penjara,

“Lebih penting lagi, korban dan tersangka sudah berdamai dan korban memaafkan tersangka,” jelas Kajari Medan didampigi Kasi Intelijen Bondan Subrata dan Kasi Tindak Pidana Umum Riachad P. Sihombing.

Disebutkan, kronologis perkara berawal, Rabu 03 Februari 2021 sekira pukul 12.00 WIB, tersangka Hengky datang ketempat kerja saksi korban Nilawati.

Kemudian tersangka Hengky marah-marah kepada saksi Tardy, bos toko ponsel tempat saksi korban Nilawati bekerja.

Selanjutnya, tersangka Hengky marah dan kesal kepada saksi korban Nilawati yang telah menuduhnya mencuri batre di toko tempat saksi korban bekerja.

Lantas, tersangka mengeluarkan gunting, lalu menusuk ke bahu bagian kiri saksi korban, sehingga korban mengalami luka yang mengganggu aktifitasnya.

Ujungnya, saksi korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Kota.

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *