Tak terima Difitnah jual Beli kursi Perades, kades wadu akan membawa persoalan ini ke penegak hukum

  • Whatsapp
Kades wadu Agung Supriyanto

MITRAPOL.com, Blora – Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Blora, bersama para Kepala Desa se Kecamatan Kedungtuban menggelar rapat tertutup terkait persiapan rekomendasi pelantikan Perangkat Desa se Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, di Ruang Pertemuan Kantor Dinas PMD Blora, Selasa siang (20/4/2021).

Kepala Desa Wado, Agung Supriyanto, kepada reporter Mitrapol menyanggah dengan adanya isu yang berkembang saat ini terkait tuduhan dugaan jual beli kursi jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) hingga Kepala Urusan atau disingkat Kaur yang berkisar mencapai Rp. 800 Juta untuk Sekdes, dan Rp. 350 juta untuk Kaur Desa bahwa semua itu tidak benar.

Isu tersebut diungkapkan oleh M saat menggelar audiensi di Ruang Rapat Gedung Samin, kompleks Kantor Bupati Blora, Jumat kemarin (16/4/2021).

Apa yang diucapkan terkait jual beli jabatan untuk Perangkat Desa, itu tidak benar, ini kami klarifikasi dan kami juga akan menyiapkan bukti – bukti dan saksi – saksi, untuk melaporkan balik ke Polres Blora, dengan pasal pencemaran nama baik dan dan perbuatan tidak menyenangkan” ucap Agung dengan nada tegas.

Saat dikonfirmasi media Mitrapol di pendopo kecamatan Kedungtuban,apakah sudah tahu, terkait laporan dugaan jual beli kursi tersebut ke Ditreskrimsus Polda Jateng, oleh pihak M, CS, Kades Wado, mengaku tidak mengetahuinya, dan mengungkapkan siap menghadapi, dengan mengumpulkan bukti – bukti dan saksi – saksinya.

“Saya tidak tahu, tapi saya siap menghadapinya, oleh karena itu saya akan siapkan bukti – bukti dan saksi – saksi, yang akan menjelaskan bahwa saya tidak pernah menerima, dan jual beli kursi atau Perangkat itu tidak ada, oleh karena itu saya akan laporkan balik M ke Polres Blora, karena dialah yang menyampaikan dalam audiensi kemarin, ”

Seperti yang kita ketahui, bahwa 17 Desa se-Kecamatan Kedungtuban, telah melaksanakan ujian penjaringan dan penyaringan Perangkat Desa, namun dalam perjalanannya timbul aksi dan protes dari para eks peserta yang tidak lolos dalam ujian awal komputer, akhirnya muncul ketidakpuasan dan tuduhan dugaan ada kejanggalan dalam ujian komputer dan jual beli kursi Sekdes hingga Kaur di desa Wadu kecamatan Kedungtuban

Pewarta : Menco

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *