Meninggal di Laut, Jenazah Antonis Dibiarkan Selama Empat Hari di Atas Kapal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Dobo – ABK Meninggal di atas kapal saat kapal sedang beroperasi di tengah laut dan di perlakukan tidak semestinya orang meninggal pada umumnya, ironisnya hal ini sudah sering terjadi berulang kali.

Seperti yang di alami oleh Anak buah kapal (ABK) KM Anugrah Berkah 1 yang bernama Antonius Heriawan yang di kabarkan meninggal di tenga laut saat kapal tengah beroperasi di perairan laut Arafuru.

Informasi yang di peroleh media ini, Almarhum Antonius Heriawan Pria (53) Asal Medan yang merupakan (ABK) KM Anugrah Berkat 1 ini di informasikan meninggal di Kapal pada hari rabu 14 april 2021, dan pada Minggu 18 april barulah Jenasa di bawa ke Dobo, Ibu kota kabupaten Kepulauan Aru.

Selama Kurang Lebih empat (4) hari Jenasa Alamarhum Antonius dimasukan kedalam fliser agar tetap awet.

Pihak keluarga melalui Kuasa hukumnya Yohanis Romodi Ngurmetan, S.H kepada media ini Minggu 18/04/2021 mengungkapkan bahwa keluarga korban dalam hal ini istri korban sudah mengetahui korban sakit sejak tanggal 31 maret 2021 lalu.

“Jadi pada tanggal 31 maret 2021 istri korban meminta Gaji Suaminya melalui keluarga Nakhoda dalam hal ini anaknya Nakhoda melalui fia watsap dan anaknya Nakhoda mengatakan bahwa maf ibu untuk sementara Gaji Suami tidak bisa di berikan karena suami ibu lagi sakit keras.

Lanjutnya bahwa setelah istri korban mengetahui suaminya sakit dari anaknya Nakhoda, maka sempat meminta untuk suaminya (Almarhum) di pulangkan agar mendapat perawatan namun permintaan itu tidak diindahkan oleh Nakhoda kapal (Acong)

Sampai pada akhirnya korban meninggal dunia pada 14 april 2021, Ironisnya tidak ada satupun dari pihak perusahaan yang memberikan informasi kepada pihak keluarga atas meninggalnya Antonius. Bahkan pihak keluarga mendengar kabar dari kakaknya Nahkoda Kapal yang menginformasikan bahwa Antonius meninggal dunia. Ungkapnya

Mendengar kejadian ini pihak keluarga sangat merasa kehilangan serta menyayangkan pihak perusahaan yang tidak memberikan kesempatan pulang saat almarhum sakit parah hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Menindak lanjuti kejadian ini pihak keluarga di dampingi Kuasa Hukumnya Yohanis Romodi Ngurmetan, S.H hendak melamporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib karena menilai perusahaan telah lalai yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

 

Pewarta : F. Baun / M. Mangar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *