Rugikan nasabah, mantan petinggi BSS divonis 3 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan, terdakwa Firman Sidiek (35) dan Jackson (43), keduanya mantan petinggi Bank Sahabat Sampoerna (BSS) Cabang Medan divonis masing-masing 3 tahun penjara.

Putusan itu disampaikan majelis hakim diketuai Mery Donna yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (20/4/2021).

Menurut majelis hakim, terdakwa Firman Sidiek selaku West Collection Dept Head dan Jackson selaku Business Manager Lending BSS Cabang Medan, terbukti melakukan penggelapan mencapai milyaran rupiah.

Perbuatan itu sesuai dakwaan pertama penuntut umum, yakni melanggar Pasal 374 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan nasabah atau debitur yang seharusnya mendapatkan perlindungan, dan para terdakwa belum mengembalikan kerugian para nasabah.

Selain itu, terdakwa telah menikmati hasil perbuatannya, baik untuk kepentingan pribadi maupun orang lain, dan perbuatan terdakwa telah merusak kepercayaan publik terhadap BSS.

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU Rotua Hutabarat yang menuntut kedua terdakwa masing-masing 3 tahun 8 bulan penjara.

Menanggapi putusan majelis hakim, JPU dan penasihat hukum terdakwa, Advokat Arfan Siregar menyatakan, pikir-pikir.

Sesuai dakwaan, peristiwanya berkisar Januari 2019 sampai September 2020 di Kantor Cabang Bank Sahabat Sampoerna Jalan Sutomo No. 27, Pandau Hilir, Medan.

Terdakwa Firman Sidiek dan Jackson telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan, yakni menawarkan program talangan lelang kepada para korban.

Korban Bob Hendrawan Nasution, mengikuti program talangan lelang, karena sudah mengenal terdakwa yang memiliki jabatan di BSS.

Saksi Bob Hendrawan berkali-kali menyerahkan uang, baik secara tunai maupun transfer sampai dengan Agustus 2020. Mulai dari Rp 50 juta sampai Rp150 juta, bahkan Rp 550 juta, namun tidak pernah mendapat keuntungan, bahkan modal pun tak kembali

Kacaunya, saat korban mencari tahu ke manajemen BSS, baru diketahui jika terdakwa sudah dipecat dari BSS Cabang Medan.

Pihak BSS juga menyatakan tidak memiliki program talangan lelang tersebut. Ujungnya, korban melapor ke polisi dengan kerugian Rp550 juta.

Setelah itu, baru diketahui jika korbannya cukup banyak, antara lain Husen menyerahkan uang berikut SHM mencapai Rp2,2 milyar, Andry Rivandy Rp 217 juta, Lamidi Laidin ratusan juta rupiah.

Selanjutnya, Simon Gunawan Rp1,4 miliar, Alen Boby Hartanto Rp 2,2 miliar, Toni Harsono Rp250 juta, Lienawati merugi Rp 1,5 milyar.

Lebih lanjut, Darma Putra Rangkuti merugi Rp20 juta, Tjie Chan Sen Rp 600 juta, M Yazid Arif merugi Rp300 juta dan Irwan Arbie Rp700 juta.

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *