Merasa Punya Backingan, Tambang Emas Ilegal di Bolmong Tidak indahkan Sprint Kapolda Sulut

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BOLMONG – Surat Perintah (Sprint) yang dikeluarkan oleh bapak Kapolda Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, berdasarkan nomor: sprint/167/IV/PAM.3.3/2021, dalam rangka penertiban Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) khususnya diwilayah bolaang mongondow (Bolmong), Dinilai belum memberikan efek jera bagi pelaku ilegal mining di bolmong.

Pasalnya, berdasarkan laporan beberapa masyarakat kepada awak media Kamis (22/04/21) siang tadi, ditemukan adanya aktivitas tambang liar di lokasi PETI tepatnya dipegunungan bolingongot desa toruakat ( Bolmong) serta beberapa alat berat yang terekam oleh masyarakat masih melakukan kegiatan tambang liar beserta tiga bak rendaman ukuran skala besar yang diduga kuat sebagai kolam pemurnian matrial yang mengandung emas.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka Menyampaikan bahwa Diminta kapolda sulut perlu melakukan evalausi kembali atas hasil maupun laporan atas penertiban tambang liar tersebut.

Menurutnya, Jika kemudian masih ada aktivitas PETI yang dilakukan oleh oknum cukong sesudah Aparat Penegak Hukum melakukan penindakan, maka sama halnya penindakan itu belum memberikan hasil yang baik.

Pengaturan mengenai pertambangan di Indonesia memiliki dasar konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “Bumi, dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pengaturan berdasarkan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 telah menimbulkan konsep penguasaan oleh negara. Dalam hal ini, rumusan kata ”dikuasai oleh negara” tentunya memiliki makna yuridis konstitusional dalam penyelenggaraan negara. Yang dimaksud dengan ”dikuasai oleh negara” sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menunjukkan kepada makna kekuasaan hukum (rechtsmacht) dalam bidang hukum publik. Kekuasaan hukum terkait dengan wewenang dalam bidang hukum publik terutama dalam bidang hukum administrasi pemerintahan. Kekuasaan hukum menunjuk kepada wewenang Pemerintah Pusat dan diatur dalam norma pemerintahan.

“Kami sangat yakin bapak Kapolda Sulut pasti belum mengetahui nyatanya masih terdapat kegiatan Tambang liar di bolmong sesudah dilakukan penertiban. Apa lagi sprint tersebut ucapnya tujuannya untuk penertiban PETI, Maka selaku lembaga kontrol pemerintah berkewajiban menyampaikan sekaligus mendesak kapolda Irjen Pol Drs Nana Sudjana dapat menertibkan kembali dengan dilakukan penindakan yang lebih terukur,” Pintah salah satu aktivis bolmong yang dikenal vokal ini.

Lebih lanjut kata Ali Imran Aduka, Lokasi pegunungan bolingogot setau dirinya masuk dalam wilayah BDL. Sementara hasil konfirmasi kami (LSM) kepada salah satu penanggungjawab PT.Bulawan Daya Lestari (BDL) pada awal bulan lalu, mereka menjawab bahwa BDL belum ada aktivitas sama sekali, dikarenakan ada persoalan yang masih di tuntaskan.

“Jika bukan PT.BDL yang beraktivitas di lokasi itu selaku pemegang izin. Maka kuat dugaan bahwa Aktivitas disana adalah oknum cukong berinisial JI Alias Jimmy yang selama ini kami nilai sangat sulit ditindak oleh APH?” Ujarnya.

Seraya menambahkan, Penertiban PETI di bolmong bobol lagi dan belum memberikan efek jera. ” Sudah yang ke dua kali polda sulut lakukan penindakan, tapi masih saja oknum cukong tersebut tak memperdulikannya dan terus dengan kegiatan yang sama.

Menelusuri atas lapran dugaan tambang liar di lokasi tambang bolingongot ini. Awak media pun berusaha menemui beberapa sumber kuat. Antara lain Andre Runtuwene warga desa toruakat.

Andre Runtuwene yang diketahui salah satu yang mengetahui keberadaan lahan tersebut yang kabarnya sempat melayangkan keberatan atas aktivitas PETI dilokasi bolingongot itu, membenarkan bahwa dilokasi yang dimaksud masih terdapat aktivitas PETI yang dilakukan oleh oknum cukong berinisial JI Alias Jimmy.

Lanjut andre, walaupun sudah dilakukan penindakan oleh beberapa anggota anggota dilokasi, akan tetapi aktivitas PETI disana hanya sesaat diam dan kembali melakukan kegiatan PETI.

“Iya pak, mereka masih melakukan kegiatan dilokasi PETI yang dimaksud. Disana juga terdapat beberapa bak rendaman pemurnian emas dengan ukuran skala besar,” Beber Andre Runtuwene pada awak media, Kamis (22/04/21).

Dirinya menjelaskan, Pengolahan emas dilokasi PETI pegunungan Bolingongot putaran hasilnya bisa mencapai puluhan kilogram pada setiap minggu. Mungkin inilah yang diduga masih menjadi bahan bergaining oknum cukong disana.” Duga andre Runtuwene.

Sebelumnya Polda Sulut bersama stake holder terkait telah menggelar rapat koordinasi, membahas upaya penertiban PETI yang berada di dalam kawasan hutan lindung dan taman nasional.

“Dalam rapat ini yang kita prioritaskan adalah lingkungan hidup, karena ini berkaitan dengan taman nasional dan hutan kita. Kita sudah menetapkan pemetaan, mana lokasi-lokasi yang masuk kawasan hutan lindung dan taman nasional, sehingga kita sudah menandainya,” ujar Karo Ops polda sulut Kombes Pol Desman Sujaya.

Menurutnya, Kepolisian dan seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk tidak membackup persoalan Peti ini.

“Kita sudah berkomitmen, anggota-anggota kita tidak ada yang menjadi ‘backing’ di lapangan,” tegasnya.

Penertiban ini lanjutnya, sebagai upaya untuk membangun kesadaran kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan dengan cara yang tidak baik dan merusak lingkungan.

“Di tengah pandemi ini kita sadari orang ingin mencari perkejaan, namun jangan sampai merusak lingkungan. Dan kita sudah melakukan upaya penindakan, penindakan sudah jalan. Kami sudah menangkap pelaku-pelaku beberapa waktu lalu, contoh di Mitra ada 6 tersangka sudah kita tahan bersama barang bukti dan 3 diantaranya sudah tahap P21 ke Pengadilan,” tandas Kombes Pol Desman Sujaya Tarigan.

Selain personel Kepolisian dari beberapa fungsi seperti Brimob, Sabhara, Reskrimsus dan Intel, penertiban ini juga melibatkan POM TNI, Korem 131/Santiago, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP.

 

Pewarta : Cr07/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *