Proyek P3A di Desa Citaman di Duga Menggunakan Data Kelompok Petani Fiktif dan di Bangun Asal Jadi, Tanpa Papan Proyek

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Proyek irigasi yang di kerjakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang berada di desa citaman kecamatan jiput diduga adanya indikasi masalah besar, di karnakan proyek tersebut di kerjakan dengan asjad (asal jadi), Dan data yang di gunakan bukan kelompok petani Asli melainkan petani Dadakan atau petani Fiktif.

Menurut Madroni selaku ketua BPD Desa citaman mengatakan ke awak media, saya tidak tau menau jika akan ada proyek P3A di desa saya, dan saya mengecek ke lokasi ternyata proyek tersebut Tanpa papan anggaran dan di buat asal-asalan melainkan hanya di timpah di atas tanah bukan di kali terus di timpah dengan agregat pendukung seperti batu dan coran.

Proyek tersebut memang mengatas namakan Kelompok petani, tapi petani diduga (FIKTIF) pasalnya,ada Beberapa kelompok petani di desa citaman yang harusnya Di berdayakan karna sudah jelas legalitasnya, Bukan nya Petani Fiktif yang tidak jelas di bentuknya ,dan program pertanian apa yang mereka sudah lakukan, dan saya kaget tau-tau mereka mengelola Proyek P3A Tanpa papan informasi proyek sedangkan mereka Kelompok Petani Fiktif, “tambahnya.

Didaerah yang sama Deni selaku pemuda desa citaman mengatakan,Apapun jenis proyek jika bersumber Dari Pemerintah harus kita awasi Bersama serta harus di kerjakan sesuai RAB yang tertera di Papan Proyek, Jika proyek sudah tidak memasang papan anggaran maka, sudah jelas proyek tersebut dananya banyak yang masuk kantong pribadi.

“Transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan dalam menjalankan program kerjanya, dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek,” Paparnya.

Dikatakan Deni Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP .Saya sangat miris jika masih ada Proyek yang di kerjakan asal jadi,sehingga kekokohan proyek tersebut sangat di ragukan kekuatannya, dan mendengar maraknya Mafia Proyek yang menggunakan data Palsu atau kelompok petani dadakan harusnya mereka sadar, ini jaman Kritis bukan jaman dimana mereka bisa berkuasa sewenang-wenang, harusnya kelompok petani yang sudah jelas ada di desa citaman yang di sejahtrakan dan di berdayakan bukan petani dadakan yang di data untuk memuluskan proyeknya.” Tutupnya.

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *