Ini tanggapan Bupati Kabupaten Toba tentang Viral di Medsos Surat Pemkab Toba akan Tutup Kedai Pada Hari Minggu

  • Whatsapp
Foto : Bupati Kabupaten Toba Ir.Poltak Sitorus

MITRAPOL.com, TOBA – Menyikapi tentang beredarnya Surat Edaran Pemerintah Kabupaten toba (Pemkab Toba) yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Audy Murphi sitorus Nomor.465/877/setda/2021 yang viral di media sosial FaceBook sehingga menimbulkan pembahasan dilingkungan masyarakat kabupaten toba bahkan luar kabupaten toba akhirnya Bupati kabupaten toba angkat bicara ketika sejumlah wartawan mendangi kediaman bupati untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Terkait surat yang sempat menimbulkan pembahasan di media sosial tersebut, Bupati Toba menegaskan bahwa surat itu bukanlah sebuah keputusan. Bupati menyampaikan bahwa pihaknya tidak mungkin melakukan larangan penutupan kedai pada hari Minggu dengan alasan supaya masyarakat Toba menjalankan ibadah.

“Kalau ada cerita harus tutup kedai pada hari minggu, tidak ada itu. Itu tidak ada kita tetapkan. Kita juga tak ingin melakukan itu,” tegas Bupati Toba saat ditemui di rumah dinas Bupati Toba pada, Jumat malam (23/04/2021).

Lebih lanjut dijelaskan bupati poltak sitorus berawal dari bahwa dirinya bersama Sekretaris Daerah Toba Audy Murphi Sitorus dan para tokoh tokoh agama pernah berbincang bincang soal pembangunan Kabupaten Toba.

“Sebenarnya waktu itu saat musrenbang kita pernah bincang bincang. Kita ajaklah pemuka-pemuka agama untuk berdiskusi dan memberikan masukan bagaimana membangun Toba ini.
Dalam pertemuan tersebut, seorang pendeta menyampaikan usulan agar masyarakat Toba yang ibadah pada hari minggu supaya menjalankan ibadahnya.
Salah satu pendeta ada yang menyarankan supaya pada hari Minggu itu pergilah beribadah. Dan itu kan namanya juga saran, namanya juga usulan ataupun pendapat, kita harus hargai,” terang bupati.

Sebagai usulan, ia menerimanya. Namun, ia mengatakan bahwa usulan tersebut bukanlah sebuah keputusan. Ia hanya mengakomodasi pendapat para tokoh agama.

“Itulah pendapat dari mereka tapi itulah catatan. Waktu itu Sekda yang mencatat. Jadi itu bukan keputusan, bukan Perda, bukan perdes. Tidak ada itu untuk menjadi keputusan,” tegasnya.

Itu hanya usulan daripada mereka, hanya sampai di situ. Setelah itu tidak ada kita bicarakan. Itu juga saat lihat catatan hasil pertemuan kita yang itu, maka dibuatlah surat itu tapi kan bukan keputusan bupati itu,” ungkapnya.

Poltak sitorus secara tegas mengatakan bahwa pihak Pemkab Toba tidak pernah mengeluarkan surat keputusan bahwa ada pelarangan masyarakat di kedai pada hari Minggu.

“Dan ketika saya ngomong di sini, tidak ada kita putuskan bahwa hari minggu itu ada aturan untuk tidak ada aktivitas dikedai atau lapo tuak buka sebelum jam gereja. Hanya sekadar mengakomodasi pendapat.

Bupati poltak sitorus berharap kepada masyarakat agar surat yang beredar itu tidak usah ditanggapi.

“Enggak usahlah terlalu serius ditanggapi. Kita juga kan masyarakat kita ini bagaimana, sore-sore hari itu kegiatannya apa. Kalau hari minggu, kegiatannya apa,” terangnya.

“Kalau menurut saya pribadi, orang tidak bisa dipaksa ke gereja atau beribadah. Dipaksa pun ke gereja akan marungutungut (bersungutsungut) juga itu,” ujar bupati.

Perlu diketahui, adapun surat yang beredar dan menjadi pembahasan dikalangan masyarakat kabupaten toba tersebut yang mana dalam surat yang dikirimkan ke Kepala Bappeda Kabupaten Toba, Kadis PMDP dan PA Kabupaten Toba, Kadis Pertanian dan Perikanan Kabupaten Toba dan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Toba berisikan:

Menindaklanjuti hasil rapat tentang Sinergitas Pemerintah Kabupaten Toba dengan pimpinan Lembaga Agama dalam penyusunan visi-misi Kabupaten Toba yang telah dilaksanakan pada Jumat, 12 Maret 2021 bertempat di ruangan Rapat Rumah Dinas Bupati Toba disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Program BATAK NA RAJA dan TARHILALA perlu dikaji lebih mendalam melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RJ PMD).

2. Pembentukan Peraturan Daerah tentang Pelarangan masyarakat di kedai pada Hari Minggu.

3. Perlu dukungan Pemerintah dan Pemberdayaan perekonomian masyarakat berupa ternak dan tanaman unggul.

Sekaitan dengan hal tersebut di atas, maka diminta kepada saudara agar:

1. Kepala BAPPEDA melibatkan Pimpinan Agama dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Toba.

2. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Toba memfasilitasi jadwal buka usaha kedai pada hari Minggu dengan peraturan Desa.

3. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Toba dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Toba memprogramkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan usaha peternakan dan tanaman pekarangan serta bantuan tanaman produk unggulan.

Diakhir Surat terdapat tulisan tembusan ke Bupati Toba Poltak Sitorus yang ditandatangani oleh Sekda Toba Audy Murphi Sitorus.

 

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *