Inspektorat tidak temukan bukti Kerugian Keuangan Negara, LH malah di tahan Kejari Ketapang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Mantan Kepala Desa Bantan Sari Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat berinisial LH, ditetapkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri Ketapang pada jumat (23/4/2021 ).

Perkara yang menjadi penetapan Tersangka dinyatakan oleh Kejari Ketapang dengan ditemukannya kerugian Keuangan Negara senilai Rp 230 juta terkait penggunaan Dana Desa ( DD) pada Tahun anggaran 2016 dan 2017.

Setelah berjalan kurang lebih dua tahun, LH dan PT pun menjadi tersangka dan ditahan. Pihak Kejari menjelaskan, terlambatnya kinerja ini diakibatkan wabah virus corona menyandera bumi ini, yang sangat berpengaruh proses penyelidikan.

“Proses penyelidikan terkendala oleh virus corona. Dan sekarang, telah kita tetapkan dua tersangka dan dilakukan penahanan. Kasus ini memasuki tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan tersangka, selanjutnya akan dilakukan proses penuntutan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang Melalui Kasie Intel Agus Supriyanto, Jum’at (23/4/21).

Ditambahnya, Kedua tersangka yaitu LH Mantan Kades Batan Sari dan Pt selaku Bendahara Desa Batan Sari,untuk tersangka LH itu sendiri,saat ini berstatus Anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPRD) Ketapang dari Fraksi Partai Demokrat dan untuk tersangka sudah kita tahan dan telah dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Kelas II B Ketapang,” paparnya.

Lebih lanjut Agus memaparkan,”Untuk kedua tersangka di dakwa dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 8 dan pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 Tahyn 1999 sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan 3 tahun serta maksimal seumur hidup,” paparnya

Saat dimintai keterangan, LH mengatakan kepada Mitrapol.com, bahwa dirinya sangat menghargai dan sangat menghormati proses hukum yang berlaku, meskipun dirinya merasa ada kejanggalan dalam kasus yang membuat dirinya ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri ( Kejari) Ketapang.

Dimana sebelumnya LH pernah diperiksa oleh pihak Inspektorat pada tahun 2017 dan hasilnya tidak ada ditemukan kerugian Keuangan Negara, namun kini dirinya telah ditetapkan oleh Kejari Ketapang menjadi tersangka dan ditahan, kita punya bukti dokumen dari Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP ) pihak Inspektorat Ketapang dan semuanya sudah saya serahkan kepada Pengacara (Kuasa Hukum) saya, ucapnya.

Hal terpisah, saat ditemui wartawan Mitrapol.com, Kuasa Hukum LH, Marcelina Lin. SH yang didampingi Er. Suryadi Ranik. SH menjelaskan,”Terkait Proses Hukum terhadap LH yang begitu mudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejari Ketapang, menurutnya kasus ini terkesan sangat sangat dipaksakan oleh pihak kejari ketapang,justru kita pertanyakan dasar hukum nya apa hingga Kejari Ketapang tetapkan tersangka kepada LH hingga dilakukan penahanan,dan kami akan mencari kebenaran dalam kasus ini kita akan ikuti proses hukum selanjutnya,” terangnya.

Lebih lanjut dia menambahkan,”Berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Ketapang pada saat melakukan pemeriksaan terkait pengadaan barang mesin PLTD tersebut melalui Dana Desa pada tahun anggaran 2016/2017 Ketapang, secara jelas tidak ditemukan adanya Kerugian Keuangan Negara senilai Rp 230 juta dan kenapa Kejari melakukan penetapan tersangka kepada LH itu tidak tepat dan kita akan lakukan upaya pembelaan hukum dan pembuktian di pengadilan nanti,” ucap Kuasa Hukum LH.

Selain itu yang menjadi pertanyaan kita selaku kuasa hukum LH, kenapa pihak CV. Ratu Intan selaku Pengadaan Barang tidak tersentuh hukum, ini ada yang aneh dengan proses hukum yang dilakukan Kejari Ketapang kepada LH,” tegasnya

“Untuk permohonan penagguhan LH kita sudah masukkan berkas permohonan ke Kejari Ketapang dan masih menunggu hasil selanjutnya,apakah dikabulin atau tidak nanti ditunggu saja hasilnya,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Roy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *