Polda Banten tutup tambang Emas ilegal di gunung liman yang meresahkan masyarakat suku baduy

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banten – Ditreskrimsus Polda Banten tutup aktivitas tambang emas ilegal Gunung Liman dan kejar pelakunya, karena meresahkan suku adat Baduy di Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak.

Ketika dilakukan Penutupan tersebut,” Ditemukan lubang tambang yang berada di kawasan wewengkon adat kasepuhan Cibrani yang juga masuk hutan sakral adat Baduy. Dari hasil penyelidikan, personel Ditreskrimsus Polda Banten menyita cangkul, kayu dan tenda yang digunakan untuk menambang.

“Untuk itu di Gunung Liman sendiri memang ada bekas penambangan, namun aktivitas kegiatan tersebut sudah tidak ada. Hingga pada saat anggota ke lapangan hanya ada tinggal bekas galian dan tenda. Untuk itu akhirnya kami lakukan pembongkaran pada tanggal 14 April atau seminggu yang lalu sebelum video itu viral,” kata Direskrimsus Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno, saat dikonfirmasi awak mediator, Jumat (23/4/2021).

Ketika pada saat itu kami melakukan pengecekan ke lokasi, Polisi tidak menemukan aktivitas penambangan. Hanya dapat di temukan dua lubang tambang dan alat cangkul serta tenda.

Sejauh ini, satgas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) sekarang dalam penyelidikan untuk menangkap warga yang melakukan penambangan di kawasan sakral Baduy.

“Karena kami cek ke lapangan tidak ada aktivitas. Dan kami juga sudah berkomunikasi dengan tokoh dan masyarakat setempat untuk memberikan informasi kalau ada kegiatan kembali agar segera melaporkan kepada kami. Dan terakhir kami mengecek kami lakukan tutup galian ilegal yang meresahkan masyarakat Suku Baduy tersebut. Dan selanjutnya kami kembali melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Masih hal yang sama,” Menurut informasi, penambang mas yang merusak alam itu bukan berasal dari Baduy, Terlebih dari jarak tempuh dari kampung ke lokasi penambangan cukup jauh.

“lanjut Joko,” Yang kami ditemukan di Gunung Liman terdapat dua lobang dengan Kedalaman lubang galian itu kurang lebih sekitar 2 meter diatas permukaan, jadi masih baru. Dan kasus ini masuknya ke penambangan ilegal. Mengingat dari lokasi pun dilarang dilakukan penambangan, itu suatu pelanggaran hukum,” papar Joko Sumarno.

Joko Sumarno mengklarifikasi bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus penambangan ilegal di Gunung Liman. Sebab hingga kini belum ada yang tertangkap.

“Untuk penambangan emas ilegal yang berada di Gunung Liman belum ada tersangkanya, karena pas kita ke sana sudah tidak ada aktivitas, sudah ditinggalkan. Kita hanya temukan 2 lobang dan alat cangkul yang ditinggal di sana. Namun kami masih menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Jelas Joko Sumarno, bahwa pelaku yang ditetapkan 5 tersangka itu di luar penambang Gunung Liman, melainkan penambang ilegal di Desa Ciparay dan Cikoneng, Kecamatan Cibeber.

“Namun kita sampaikan juga sebelum kejadian ini di laksanakan penyelidikan tambang emas, kita telah mengamankan 5 orang itu bukan kasus yang di Gunung Liman, namun itu kasus yang di Cibeber ada 5 tersangka.Peran tersangka berbeda-beda, ada yang gurandil, prosesnya dan yang menyediakan kimianya,” pungkas Joko Sumarno.

 

Pewarta : Muklis/Hms

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *