1000 vaksin akan disuntikan, Satgas Covid-19 Harapkan Masyarakat Daftarkan diri ke Puskesmas Terdekat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Satuan tugas Covid-19 (Satgas covid-19) Kabupaten Toba mengimbau agar masyarakat mendaftarkan dirinya ke puskesmas terdekat secara khusus masyarakat kecamatan yang ada di sepanjang Jalinsum di Kabupaten Toba. Pasalnya, Kabupaten Toba mendapat perhatian khusus dari Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak atas pemberian 1000 vaksin yang akan disuntikkan ke masyarakat pada esok hari Jumat (30/04), bertempat di halaman Kantor Bupati Toba. Sehingga hari ini, para petugas akan mempersiapkan fasilitas vaksinasi di lokasi tersebut.

“ Hari ini para petugas sedang mempersiapkan fasilitas vaksinasi dilokasi. Silahkan Mendaftar saja ke puskesmas terdekat yang nantinya akan didaftarkan agar bisa ikut vaksinasi yang disalurkan oleh Polda. Masing-masing kecamatan terutama di Jalinsum ini yang diperkirakan Pak Bupati keterpaparan Covid-19 nya tinggi; Balige, Porsea, Laguboti, Porsea, dan TampahanTampahan dan kecamatan di sepanjang jalan Jalinsum ini. Ada empat kecamatan, sekitar itulah,” ujar dr.pontas batubara Mkes Sekretaris Satgas Covid-19 toba yang juga merupakan Kepala BPBD Kabupaten Toba.

Ia menyampaikan seluruh data yang masuk akan dimasukkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Skala prioritas vaksin tersebut adalah lansia, guru, dan wartawan.

“Panitia nanti yang dikomandoi Dinas Kesehatan, itu nanti yang memiliki data dan mereka nanti yang menyesuaikan di lapangan,” sambungnya.

Setelah melakukan vaksinasi tahap pertama esok hari, vaksinasi tahap kedua akan diinformasikan kembali dan berlokasi di puskesmas terdekat penerima vaksin tersebut. Hal ini akan disesuaikan dengan KTP para penerima vaksin.

“Pokoknya vaksin yang dapat diberikan hanya 1000 vaksin. Kita akan lihat datanya lagi. Tahap keduanya nanti kalau vaksin pertama ini kita lakukan serentak, 1000 vaksin. Tahap keduanya nanti masing-masing di puskesmas terdekat sesuai dengan KTPnya,” lanjutnya.

Selain vaksinasi, ia juga menginggung soal peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Toba dalam sepekan terakhir ini. Sekitar empat hari, secara tiba-tiba kasus Covid-19 di Kabupaten Toba bertambah sebanyak 62 orang.

“Peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat. Ini kan terbukti, beberapa hari yang lalu laporan kita tidak ada yang terpapar Covid-19, tapi secara tiba-tiba dalam tempo seminggu ada 62 orang,” terangnya.

Dengan melihat kondisi ini, Bupati Toba Poltak Sitorus telah menyampaikan surat edaran yang menarasikan perketatan prokes.

“Pertama, surat edaran penegasan untuk melaksanakan prokes yang ketat sudah dikeluarkan Pak Bupati dimana isinya itu antara lain; mengaktifkan kembali posko-posko desa,” ungkapnya.

“Kemudian desa membuat untuk mengadakan isolasi mandiri dan nutrisi dan makanan untuk penderita Covid-19 di desa itu yang harus dirembukkan dalam musyawarah mufakat. Dan nantinya mereka secara gotong royong untuk membantu apa yang dibutuhkan penderita Covid-19 ini,” tuturnya.

Ia juga menyinggung soal kehadiran para pengunjung ke tempat wisata yang ada di kawasan Toba.

“Yang ketiga, tempat-tempat wisata itu sebaiknya tidak menerima pengunjung di luar Kabupaten Toba. Pelaku perjalanan pun nantinya kalau masuk ke desa dari luar kota, misalnya dari luar kabupaten harusnya memiliki rapid antigen,” lanjutnya.

“Sepanjang ia tidak memilikinya, maka saat ia sampai di desanya, bidan desa harus melakukan rapid antibody dan bila reaktif maka ditingkatkan menjadi pemeriksaan swab antigen,” tegasnya.

Dari data terbaru yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan, ia berharap jangan hanya berkutat pada pelaporan jumlah terpapar Covid-19. Ia berharap agar Satgas Covid-19 proaktif melakukan tracing massal guna melihat secara jelas grafik peningkatan jumlah terpapar Covid-19 di Kabupaten Toba setiap harinya.

“Dari data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan, ada 62 orang yang positif Covid-19. Saya berpikir ini pelonjakan signifikan karena kita masih berkutat di dalam pelaporan saja,” terangnya.

“Ada yang melapor sakit, kalau ada orang yang mengunjungi rumah sakit dan meminta diperiksa dan dinyatakan positif. Hanya sebatas. Kita belum lakukan tracing, yang luas dan melakukan rapid test masif atau rapid test massal secara random. Kalau itu sudah kita lakukan, maka itu adalah sesuatu yang baik,” tegasnya.

Ia kembali pada surat edaran Bupati Toba agar secara serius menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba.

“Hal-hal seperti ini yang perlu kita cermati sebagai Satgas Covid-19. Saya minta posko yang ada itu supaya tegas. Makanya, oleh Pak Bupati untuk pengunjung boleh datang ke Toba ini sesuai dengan surat edaran penanggulangan Covid-19 pusat harus menujukkan surat rapid antigennya baru boleh,” terangnya.

“Sepanjang ia tidak menunjukkan itu, saya berharap pelaku-pelaku wisata, petugas di Desa untuk menolak keberadaan orang yang tanpa memiliki surat bebas Covid-19 atau surat antigen atau hal-hal lainnya yang harus diperketat.

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *