Ketua LSM LP2BM Ali Imran Aduka, Suport Kejari Kotamobagu Tangani Kasus Korupsi RUTILAHU

  • Whatsapp
Kejari kotamobagu Hadhiyanto SH

MITRAPOL.com, Bolmong – Sejak bergulirnya dugaan kasus korupsi anggaran bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU), di Kabupaten Bolaang Mongondow ( Kab-Bolmong) yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri kotamobagu, cukup mengundang perhatian publik saat ini.

Pasalnya, Ratusan Juta anggaran bantuan yang digelontorkan oleh kemensos RI untuk Bolmong pada tahun 2019 itu, diduga kuat belum direalisasikan sebagaimana mestinya. Hingga RUTILAHU ini telah menyeret beberapa orang yang diduga mengetahui proses kegiatan itu.

Keseriusan pihak kejaksaan menangani kasus tersebut mendapat suport dari Ketua LSM Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM). Ali Imran Aduka atas gerak cepat kejaksaan di dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga pemeriksaan maraton ke beberapa oknum yang memiliki peran penting, sekaligus saksi yang masuk pada usulan penerima Rutiahu bolmong tersebut.

Dikatakan Ali Imran Aduka, kejaksaan perlu diberi suport atas hal tersebut jika semua pilar lembaga hukum bekerja maksimal seperti kejaksaan negeri kotamobagu, saya yakin bolaang mongondow akan bersih dari kasus kasus korupsi.

“Sangat Penting kami mengsuport Kepada kajari kotamobagu dalam pemberantasan korupsi di wilayah bolaang mongondow (Bolmong) dan jika diperlukan kami siap untuk membantu memberikan informasi terkait kasus korupsi lainnya berdasarkan data investigasi LP2BM dilapangan,” Ucap Aduka.

Ketua LP2BM Ali Imran Aduka

Lebih lanjut aduka mengatakan, sebagai lembaga kontrol kami punya tanggung jawab moral untuk menjadi lidah masyarakat, apa terlebih menyangkut hak hak warga kurang mampu yang dicaplok atau diselewengkan dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga. Pungkas Ketua LP2BM Ali Imran Aduka.

Terpisah Kajari Kotamobagu Hadhiyanto SH, ketika di konfirmasi awak media menjawab, bahwa pemeriksaan saksi Rutilahu bolmong terus berjalan dan di lakukan secara maraton oleh penyidik.

” Saat ini penyidik lagi melakukan pemeriksaan saksi. Yaitu, mereka yang di usulkan selaku penerima (Warga), yang di mintai keterangan,” Kata Kajari.

Ditanya kapan akan dilakukan penetapan Tersangka kepada oknum yang diduga kuat menyelewengkan dana bantuan Kemensos RI tersebut. Kajari Mengatakan, Secepatnya dilakukan. hanya saja penyidik saat ini masih menyelesaikan pemeriksaan saksi dulu dan kemudian akan dilakukan gelar perkara selanjutnya penetapan tersangka.” Tegas Kajari Kotamobagu pada Wartawan Senin 3 Mei 2020.

Perlu di ketahui mencuatnya Dugaan kasus korupsi anggaran bantuan Rutilahu bolmong ini, semenjak terjadinya indikasi penyelewengan dana bantuan Kemensos RI yang berbandrol Rp 750 juta diperuntukan khusus pembangunan rumah warga kurang mampu di dua kecamatan di bolmong.Yakni, kecamatan lolak dan kecamatan bolaang.

Dimana untuk kecamatan lolak terdiri dari beberapa desa selaku penerima. Antara lain, Desa lolak, desa motabang dan desa mongkoinit.

Sementara itu untuk kecamatan bolaang.Yaitu, Desa Ambang, desa lolan, desa tadoi.

Begitupun dalam penindakan atas dugaan kasus korupsi ini yang ditangani oleh kajari kotamobagu Hadhiyanto SH, sudah masuk pada tahap pemeriksaan saksi penerima secara maraton.

Beberapa oknum yang memiliki peran penting pada kegiatan Rutilahu bolmong tersebut telah juga di periksa oleh penyidik kejaksaan. Diantaranya, Kadis sosial bolmong Abdul Haris Bambela. Kabid dan staf Dinsos Bolmong serta pihak ke tiga JS Alias Jimmy yang kabarnya selaku pelaksana.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *