Waduh! Berkas penerima Banpres warga di Bank BNI Labuan akan dimusnahkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Istilah UMKM marak terdengar setelah adanya program Banpares dari pemerintah. Dilansir dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan menengah Republik Indonesia, Banpres Produktif adalah program pemerintah untuk membantu usaha mikro agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam lanjutan pengucuran BLT banpres yang Rp 1,2 juta ini sangat diharapkan oleh para pelaku usaha dan untuk segera mendapatkannya melalui Bank yang sudah ditunjuk, yaitu baik Bank BRI dan BNI.

Untuk pelaku usaha yang mendapatkan BLT UMKM Banpres ini yang melalui lembaga pengusungnya yaitu PNM Mekar untuk berbagai wilayah khususnya dikabupaten pandeglang ini membuat masyarakat merasa lambat dalam permodalan usahanya.

Hasil investigasi Mitrapol.com, dari berbagai masyarakat yang mendapatkan Banpres 1,2 juta ini merasa lama dan lambat dalam pencairannya melalui Bank BNI yang ada dikecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang-Banten.

Dari keterangan beberapa warga yang dimana namanya enggan disebutkan ini mengatakan bahwa berkas mereka sudah masuk di Bank BNI Cabang Labuan.

“Ia pak, sudah hampir sebulan berkas saya masuk ke Bank BNI, tapi dengan warga lain sesuai aturan sebelumnya yang kami dapatkan dari pada security nya berkas kami terima kumpulin dan juga dibuka blokirannya dan bisa pengambilan dimana pun,” Terangnya sembari mempraktekkannya bahasa security.

Sampai detik ini blokiran belum dibuka saja pak, dan uang belum bisa kami ambil, jika mengikuti antrian pembagiannya harus jam 12 malam, sedangakan masyarakat menumpuk untuk mendapatkan antrian yang hanya target per satu harinya hanya 100, bahkan yang datang ngambil labih 500 an dan pernah dibubarkan pihak kepolisian dikarenakan kerumunan, “yah kami sekarang kebingungan pak, dimana jika mendaftarkan untuk antrian bisa-bisa nomor kami nanti di Bulan Juni,” Ungkapnya, Selasa 04/05/2021

Mitrapol.com mencoba menggali kebenaran informasi atas adanya berkas warga yang sudah masuk di BNI Pak Iwan selaku termasuk pemimpin di Bank BNI Labuan ini membenarkan adanya data dan dikunci di kamar mandi dan akan di musnahkan.

“Pengganti sementara saya sebelumnya pak yamin. Sudah menerapkan terjadwal maksimal per hari 100 orang. Dan sudah sampai tgl 4 Juni terjadwal. Daftar Nama nama nasabah sudah ada di buku mutasi. Jadi nasabah harus wajib datang sendiri dengan membawa berkas lengkap sesuai jadwal. Tidak bisa diwakilkan oleh siapapun,” terang Pak Iwan melalui whatsappnya. Selasa, 4/05/21.

Ketika dipertanyakan bahwa uang tersebut sangat dibutuhkan oleh warga, pak iwan mengatakan, “Ya saya juga paham pak. Aturan saya ikutin dari pusat pak, saya gak mau melanggar. Nasabah datang langsung, bawa berkas, sesuai jadwal Aman begitu pak.

Tambahnya, Bapak harus paham juga kondisi karyawan BNI Labuan. Mereka bekerja ikhlas pak sesuai aturan, buka puasa juga jarang bersama keluarga. Saling pengertiannya aja pak. Yang jelas pasti diproses kalau nasabah datang sesuai jadwal dan berkas lengkap.

Untuk berkas warga yang sudah dikumpulkan untuk pembukaan blokiran pak iwan mengatakan, “Sementara dikunci di kamar mandi, nanti pasti dimusnahkan pak. Saya koordinasi dengan audit. Jadi nanti nasabah siapkan lagi berkasnya, dibuat jadwal.” imbuhnya.

 

Pewarta : R.Siregar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *