Monitoring kesiapan transportasi jelang Lebaran, Gubernur Lampung minta layanan kesehatan siap

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bakauheni Lampung Selatan – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung meninjau Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, Post Pengamanan Ryacudu, dan Pelabuhan Bakauheni dalam rangka monitoring terhadap berbagai titik simpul transportasi moda angkutan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Selasa (4/5/2021).

Monitoring dilakukan guna memaksimalkan langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam pencegahan penyebaran wabah covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 mendatang, khususnya di titik-titik yang menjadi akses masuk Provinsi Lampung.

Pada lokasi pertama, di Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berkoordinasi dengan Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang Muh Saiful Alam terkait langkah-langkah yang telah dilakukan PT KAI Divre IV dalam menghadapi hari raya mendatang.

Muh Saiful Alam mengatakan, bahwa PT.KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah Provinsi Lampung dalam hal pencegahan penyebaran COVID-19 pada moda tranportasi kereta api, dan telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

Sementara, Manager Humas PT KAI Divre IV Jaka Jakarsih dalam keterangannya mengatakan bahwa pengoperasian kereta api pada 6-17 Mei hanya untuk keperluan mendesak sebagaimana disebutkan dalam Surat Edaran DJKA No HK 701 tanggal 30 April 2021 tentang pengoperasian perjalanan KA dalam masa peniadaan mudik tahun 2021.

Untuk itu, KA Ekonomi Rajabasa dan KA Kuala Stabas hanya akan beroperasi satu kali dalam sehari, dengan syarat semua penumpang harus dilengkapi dengan keterangan negatif hasil rapid antigen atau Genose, yang pelayanannya juga disediakan oleh PT. KAI mulai pukul 05.00 WIB, baik di Stasiun Tanjungkarang, Lampung maupun Stasiun Baturaja, Sumatera Selatan.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur Arinal berkesempatan berbincang sejenak dengan salah satu pemudik tujuan Palembang dan melepas langsung keberangkatan Kereta Api Kuala Stabas. Usai meninjau Stasiun Kereta Api, Tanjung Karang, rombongan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, bergerak meninjau Post Pengamanan (Pospam) di Jalan Ryacudu sebagai salah satu titik akses masuk Kota Bandar Lampung.

Di pos tersebut, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno mengecek kesiapan anggotanya yang bertugas melakukan pengamanan di Pos Pengamanan tersebut.

Melanjutkan kunjungannya, Gubernur Arinal Djunaidi beserta jajaran Forkopimda juga mengecek kesiapan Pelabuhan Bakauheni dalam menghadapi angkutan lebaran tahun 2021 yang arus pucaknya kemungkinan berlangsung pada tanggal 4 atau 5 mei 2021.

Tiba di Pelabuhan Bakauheni, Gubernur Arinal beserta rombongan disambut oleh Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi, dan langsung meninjau pos pengecekan kesehatan, dimana Gubernur Arinal sendiri langsung mencoba pelayanan test covid-19 menggunakan metode Gnose.

Gubernur juga meninjau Dermaga Eksekutif, Dermaga Reguler, Terminal, serta semua fasilitas lainnya, Gubernur juga berbicang-bincang langsung dengan salah satu pemudik asal Pagelaran, yang mengapresiasi fasilitas layanan Dermaga Penyeberangan Bakauheni.

Pada kesempatan tersebut, Dirut ASDP Ira Puspadewi menyatakan bahwa tidak akan ada penutupan pelabuhan pada tanggal 6-17 mei mendatang, namun akan dilakukan pembatasan penyeberangan yang diatur melalui pembatasan kuota tiket.

“Selama ini baik pelabuhan Bakauheni maupun Merak sudah menerapkan sistem tiket secara online. Untuk itu tiket online akan tetap berjalan namun dibatasi spot-spotnya, dengan membatasi kuota tiket, maka jumlah penumpang menjadi lebih terdistribusi, tidak seperti sebelum dimana selalu terjadi penumpukan penumpang pada jam-jam tertentu,” tuturnya.

Ira Puspadewi juga menyatakan ASDP konsisten melaksanakan persiapan-persiapan pada situasi ekstrim yang mungkin terjadi di dermaga penyeberangan bakauheni dengan menempatkan kesehatan sebagai konsen utama.

Sementara itu, Gubernur Arinal dalam arahannya menyampaikan dua hal terkait Pelabuhan Bakauheni sebagai fungsi transportasi, dan bagaimana tata kelolanya dalam menghadapi arus mudik menjelang hari raya idul fitri 1442H.

“Saya tidak mau nanti failitas sudah bagus, alat sudah canggih, tapi ketika terjadi lonjakan pemudik, layanan kesehatannya jadi berkurang, orang maen lewat-lewat saja, jangan begitu, nanti yang dikorbankan adalah rakyat, saya tidak mau, menyelamatkan rakyat itu wajib hukumnya,” tegas Gubernur.

Namun demikian, Gubernur Arinal mengapresiasi, karena berdasarkan pantauannya, tata kelola pelabuhan bakauheni sudah cukup bagus, aman, dan nyaman,

“Semoga semuanya berjalan lancar, tidak¬† terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, minimal sampai 7 hari setelah hari raya,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *