Pembangunan Talud Pengaman Pantai Modong Harus Diawasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Babel – Proses pengerjaan proyek pembangunan Talud pengaman pantai Modong, yang berlokasi di pinggir pantai Modong, desa Padang Kecamatan Manggar, kabupaten Beltim, propinsi Bangka Belitung hingga saat ini masih terus dikerjakan.

Proyek pengadaan fisik Dirjen Sumber daya air balai wilayah sungai Bangka Belitung, Kementerian PUPR yang bersumber dari dana APBN ini, beberapa waktu yang lalu sempat diberitakan oleh beberapa media dan menjadi sorotan beberapa penggiat kontrol sosial yang ada di Beltim, terkait masalah keterangan di papan proyeknya, yang sebelumnya tidak mencantumkan lamanya waktu pengerjaan.

Setelah adanya pemberitaan, akhirnya melalui pantauan awak media di lapangan, papan proyek tersebut saat ini sudah diganti.

Ketua LSM Fakta Beltim, Ade Kelana, juga ikut bersuara menyoroti jalannya pelaksanaan pembangunan proyek Talud ini, sebagai penggiat sosial yang cukup vokal di Beltim, Ade berkomitmen untuk selalu mengawasi semua proyek yang memakai anggaran negara, yang ada di Beltim.

Ade Kelana mengatakan banyak hal yang harus diawasi dan menjadi tanggung jawab bersama, terkait semua pekerjaan yang memakai anggaran biaya berasal dari negara, penggunaan anggarannya, maupun mutu yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan nya, agar supaya berdayaguna tinggi, maksimal dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang,” ungkapnya.

“Proses yang tak kalah pentingnya juga adalah berupa pengadaan material yang dipakai pada proyek ini, yaitu material semacam Batu, tanah, Pasir dan lainnya harus berasal dari sumber yang bisa di pertanggungjawabkan secara aturan, misalnya IUP, agar pajaknya juga dapat terserap di daerah, sudah seharusnya jangan berasal dari sumber yang tidak jelas perizinannya.”tegas ade kelana

“Selanjutnya Anggaran Negara haruslah terserap dengan baik didaerah tempat dibangunnya proyek tersebut, agar bermanfaat secara maksimal, bermutu bagus dan berdayaguna dalam jangka waktu yang panjang, sumber sumber pengadaan material harus dari sumber yang jelas, agar pajaknya juga dapat terserap untuk daerah kita, jangan dari sumber yang tidak jelas.” tandasnya.

 

Pewarta: Syahril Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *