Diduga Buku Tabungan di Sandera Guru, Dua Murid SDN Tembong II Belum dapatkan Uang PIP

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Anak murid SD Negeri tembong 2, Desa Tembong, kecamatan carita Kabupaten Pandeglang Banten, tidak bisa mencairkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), dikarenakan buku tabungan siswa masih dipegang oleh wali kelas Siti Aminah.

Orangtua siswa, Narsih menerangkan bahwa anaknya menerima PIP dari kelas I sampai kelas V.

“Ketika dipertanyakan pas disekolah dengan pak kepala sekolah waktu saya tanyakan ibu eva mengatakan dapat lagi, kami tidak bisa mencairkan dana PIP karena buku tabungan dipegang oleh wali kelas anak saya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Siti aminah sekarang sudah kelas VI anaknya pernah mendapat dana PIP terakhir pas di kelas V. Sedangkan untuk kelas VI bantuan belum kami tau dapat atau gaknya. Sedangkan bagi siswa yang memiliki buku tabungan yang lain sudah mendapatkan uangnya,” Papar Narsih, Kamis, 6/5/21.

Narsih menyebutkan, saat pencairan di Kelas I sampai kelas IV guru yang mengambilkan uangnya, pas kelas V saya yang ambil dan gurunya ngomelin saya mengatakan kenapa diambil sendiri. Terang Narsih sembari mempraktekkan omongan bu Eva.

Orang tua dari Farhan aja sampai sakit hati pak atas omongan ibu Eva dan tidak mau mengurusnya lagi, ibu fatmah sendiri yang cerita kesaya pak, terang Narsih.

Pas anak saya kelas V guru yang diketahui sebagai operator disekolah yang bernama Eva ini meminta buku tabungan pip dengan mengatakan dananya mau keluar, eh sampai sekarang anak saya kelas VI belum ada aja, Dan sejak itulah, buku tabungan tak pernah diberikan kepada anak saya. Padahal, buku tabungan milik pribadi siswa, jadi seharusnya berada di tangan siswa.terang Narsih.

“Dulu, biasanya dicairkan oleh guru, ketika kami mencairkan sendiri seakan-akan data anak saya tidak diajukan dan buku tabungannya dipegang oleh operatornya hampir sampai sekarang, Saya sendiri memang heran hanya saja tak berani protes. Kini, Kami sangat keberatan dan dirugikan jika anak kami tidak bisa dapat dana PIP karena kesalahan gurunya” ungkapnya.

Yang paling lucunya saya dimarahin bu Eva kenapa lapor-lapor Wartawan? Terang Narsih.

Melalui telepon selulernya Eva selaku operator disekolah SD Negeri Tembong 2 mengatakan bukan gak cair dengan nada tinggi seakan tidak mau dikonfirmasi.

Sayakan hanya mengajuin pak, mau dapat dan tidaknyakan bukan dari saya pak, terang Eva.

Kita mengajukan Dapodik (Data pokok Pendidikan) biasanya dibulan Agustus dalam satu pintu, nanti ada pengumuman dari siPINTAR,”jelas Eva.

Yang mendapatkan itukan seperti mimilikan pak.

Saya memang dari dulu judes pak, dan bukan marah-marah, jadi saya bukan marah-marah, seakan berkelik.

Untuk ATM saya gak megang pak, yang saya pegang buku tabungan didalam map merah yang saya terima dari Siti Aminah.” Tambah bu Eva.

Saya ambil buku tabungannya ditahun 2020 tahun lalu pak, untuk masalah dapat atau tidaknya gimana nanti pak, karena pip adalah anggaran mana tau nanti udah masuk smp dapat anggarannya, untuk tahun 2021 yang baru keluar itu tahap 1 dan tahap 4,sedangkan tahap itu ada 14.” terangnya.

Kita gak tau nanti bulan berapa dapatnya pak, manau tau dibulan agustus, ataupun oktober ataupun bulan kedepannya itumah mimilikan pak, jelas Eva.

Kalo Buku tabungan milik Siti Aminah ada di bu Lilis selaku ibu guru kelas VI.

Setelah pekerjaan saya selesai buku tabungannya saya serahkan ke bulilis, iya untuk aturan guru megang buku tabungan itu tidak ada Pak.” tutupnya.

 

Pewarta : R. Siregar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *