Tidak terbukti menipu Anggota DPR-RI, terkait ilmu ghaib, Halim Wijaya divonis bebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Halim Wijaya (41) divonis bebas, karena tidak terbukti melakukan penipuan dan penggelapan terhadap saksi korban Rudi Hartono Bangun, anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem.

Putusan bebas itu disampaikan majelis hakim diketuai Mery Donna Pasaribu yang bersidang di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (6/5/2021).

Menurut majelis hakim, terdakwa tidak terbukti melakukan penipuan dan penggelapan yang merugikan saksi korban Rp 6 milyar, seperti yang tertuang dalam dakwaan jaksa.

Disebutkan, apa yang dilakukan terdakwa, menerima 4 kali transfer dana dari saksi korban bukan merupakan penipuan, justru upaya membantu saksi korban untuk membeli ayam hitam, sebagai tumbal ilmu ghaib.

” Untuk itu, membebaskan terdakwa dari unsur dakwaan dan membebaskan terdakwa dari tahanan, dan memulih harkat martabat dan nama baiknya, ” jelas Mery.

Menanggapi putusan majelis hakim, JPU Rahmi Shafrina dari Kejari Medan langsung ajukan upaya hukum, kasasi.

Sebaliknya, Fachrul Razi dkk, selaku penasehat hukum terdakwa menyatakan, menerima putusan tersebut.

Putusan majelis hakim berbeda dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa 3 tahun 8 bulan penjara, karena terbukti melakukan penipuan terhadap saksi korban Rudi Hartono Bangun.

Disebutkan, terdakwa bersama-sama dengan Siska Sari W.Maulidhina (berkas terpisah) telah melakukan tipu muslihat, sehingga merugikan korban sebesar Rp 6 milyar.

Semula 2015, Siska berkenalan dengan saksi korban Rudi Hartono Bangun.yang berlanjut saling komunikasi via WattsApp.

Setahun kemudian, Siska mulai bercerita tentang ilmu ghaib, indigo, bahkan Siska menyebutkan jika kakek buyutnya menikah dengan Ratu Pantai Selatan.

Pada Februari 2017, Siska menyampaikan, Rudi sedang diincar KPK untuk menjadi target OTT. Kemudian, mereka bertemu di Hotel Four Point Jalan Gatot Subroto Medan.

Saat itu, Siska menyampaikan, Ratu Pantai Selatan ingin bertemu dengan Rudi. Lalu, Rudi masuk ke kamar hotel berdua dengan Siska untuk melakukan ritual.

Siska yang seolah-olah kerasukan berkata ‘Hati-hati kamu, memang kamu lagi diincar KPK,”

Korban bertanya ‘Bagaimana supaya aman. ? Siska menjawab ‘Nanti kutanya sama kuyutnya, dia punya jin-jin yang bisa bantu’.

Selang beberapa hari, Siska menelpon Rudi dan berkata, jin-jin anak buahnya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Syaratnya, harus ada bayi merah baru lahir yang jadi tumbal, namun Rudi bingung, kemana harus dicari tumbal tersebut.

Lebih lanjut, Siska mengatakan tumbal bisa diganti dengan ayam hitam yang bisa dibeli di Tanjung Morawa, harganya Rp 7 juta perekor.

Korban diminta untuk mengirimkan uang ke rekening Bank BCA milik Halim Wijaya yang merupakan teman baik Siska.

Kemudian transfer ke rekening Halim Wijaya mencapai beberapa kali untuk membeli ayam hitam sebagai tumbal ilmu ghaib.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *