Polisi Perkuat Pengamanan di TPU Tegal Alur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Polisi akan memperkuat pengamanan di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat usai kejadian jebolnya pintu gerbang masuk. Peziarah diperkirakan masih ramai berdatangan usai salat Jumat.

“Untuk yang harus diantisipasi sehabis Jumatan, Asar ini waktu yang rawan. Tolong nanti Pak Kabagops dibuatkan sprin hari ini maupun besok, Sabtu dan Minggu, dibuatkan sprin untuk back up pasukan pengamanan yang ada di TPU Tegal Alur di semua titik-titik. Jadi biar anggota tahu tugasnya dari pagi hingga sore,” kata Wakapolres Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso saat memimpin apel pasukan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (14/5/2021).

Bismo akan meminta agar dikerahkan personel di titik-titik masuk ke pemakaman. Dia ingin peziarah tetap diimbau secara persuasif.

“Lakukan dengan cara persuasif, secara sopan santun, karena ini masih dalam suasana Lebaran. Jadi ingatkan saudara-saudara kita untuk kembali (ke rumah) dan tidak melakukan ziarah kubur terlebih dulu,” ujar Bismo.

Sementara itu, Kapolsek Kalideres Kompol Slamet Riyadi meminta petugas gabungan agar menghalau peziarah yang masuk ke pemakaman TPU Tegal Alur. Para pedagang, lanjutnya, juga diminta untuk bubar.

“Tugas kita menghalau masyarakat dan pedagang yang mau masuk ke TPU. Ini harusnya pedagang-pedagang nggak boleh masuk karena dengan adanya pedagang membuat kerumunan, akhirnya membuat tambah ramai pemakaman ini,” kata Slamet.

Slamet meminta Satpol PP turun tangan terhadap pedagang yang membandel. Para pedagang tersebut, sebut dia, bisa diangkut dagangannya apabila tetap melanggar.

“Jadi tolong para pedagang sekalipun diimbau untuk segera meninggalkan objek itu. Kalau tetap bandel nanti Satpol PP tolong bawa mobil truknya untuk angkut dagangan-dagangan itu karena kita sudah imbau dari ujung ke ujung. Kalau kita imbau tidak mau berarti baru nanti kita ambil tindakan,” ucapnya.

Sejumlah peziarah masih mencoba datang ke TPU Tegal Alur. Aparat keamanan gabungan berjaga di sekitar pintu gerbang yang sempat dijebol.

Terlihat sekitar lima polisi bersenjata berjaga di depan gerbang. Peziarah yang hendak masuk diimbau dan diminta putar balik.

Selain aparat polisi dan Satpol PP, elemen masyarakat turut ikut menjaga keamanan di sana. Sejumlah anggota Forum Betawi Rempug (FPR) Jakarta Barat juga membantu pengamanan.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *