Konferensi Pers Polres Lebak ungkap kasus pencurian alat kesehatan di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lebak Polda Banten melaksanakan Konferensi Pers pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan alat-alat kesehatan di Gudang RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten. Selasa (18/5/2021)

“Tindak pidana pencurian ini diketahui pelapor M. Zulkarnaen, Kepala Gudang ketika mengecek data barang masuk dan keluar Gudang RSUD Adjidarmo ditemukan adanya perbedaan jumlah barang-barang yang ada berupa alat-alat kesehatan seperti cairan inpus, Handcone, jarum suntik, dll, kemudian melaporkannya ke Polres Lebak dan langsung dilakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana, S.IK melalui Kasat Reskrim IPTU Indik Rusmono,S.IK.,MH.

Dari hasil penyelidikan diketahui ada Tujuh orang tersangka pelaku, dengan peran masing-masing, mereka itu, 1. tersangka, S, Karyawan RSUD, dengan perannya masuk ke dalam Gudang dengan mencokel jendela kemudian mengambil barang dari hasil tersebut mendapatkan bagian sebanyak 6 juta rupiah, 2. Tersangka Inisila J , Security perannya mengawasi gudang dan mengangkat barang curian 450 ribu, 3. Inisial T, Karyawan Mengawasi dari luar dan membawa ke mobil 5.500.000, 4. Tersangka RJ, Security RSUD, Perannya Mengawasi sekitar gudang dan mengangkut ke mobil dan mendapatkan bagian sebesar Rp.2.300.000, 5. Tersangka AW, Karyawan, Perannya mengangkut barang hasil curian dan menyediakan kendaraan mendapatkan bagian uang Rp 3.800.000, 6. Tersangka Inisial SU, Karyawan cleaning Servis peran mengangkut barang ke Mobil dan mendapatkan bagian Rp. 900.000, dan ke 7, tersangka inisial I, PNS, Perannya mengangkut kedalam mobil kemudian menghubungi A.

Setelah ada hasil pencurian dan mendapatkan bagian sebesar Rp 6.450.000,-, Akibat Kejadian tersebut RSUD Adjidarmo mengalami kerugian sebesar Rp 85.038.000,- sesuai hasil audit sementara RSUD Adjidarmo Rangkasbitung,” jelas indik.

“Dari hasil Penyelidikan Kepolisian ada 5 kejadian yaitu Pada tanggal 16 April 2021, 18 April 2021, 28 april 2021, 2 Mei 2021, 6 Mei 2021. Ungkap indik

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 363 KHUP dengan ancaman 7 (Tujuh) Tahun penjara, jelas Indik.

 

 

Pewarta : Miana Putri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *