17 Mayam Emas Raib dikipas Maling. si Penadah Berhasil Diringkus Team Elang Resmob Polres Simelue

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simeulue Aceh – 17 Mayam Emas Raib dikipas Maling. Polisi mulai membongkar dan mengungkap Kasus Penadah Emas itu hingga ke akar-akarnya.

Satu orang Pelaku Kejahatan yang diduga sebagai Penadah Emas Curian di Kabupaten Simeulue berhasil diringkus Team Elang Resmob Dari sat Res Krim Polres Simeulue pada hari Senin tanggal 17 Mei 2021 yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Simeulue IPTU, Muhammad Rizal, SE., S.H.

Satu orang sipelaku kejahatan itu diduga menjadi penadah emas hasil curian. Tidak hanya itu, tersangka juga tersandung dengan kasus Penganiayaan yang dilaporkan pada tanggal 7 Februari 2020 yang lalu.

Kapolres Simeulue AKBP, Agung Surya Prabowo, S.IK., melalui Kasat Reskrim Polres Simeulue IPTU, Muhammad Rizal, SE., SH., kepada Paur Humas dan awak media Rabu, (18/5/2021), menyebutkan bahwa, penangkapan Satu orang yang diduga Penadah ini merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh tersangka inisial (YG) pada tanggal 21 Januari 2020 yang lalu.

“Tersangka ini diduga merupakan pelaku pertolongan jahat atau penadahnya dan juga kasus Penganiaan,” kata Kasat Reakrim Iptu, M. Rizal, SE. SH.,

Ia menyebut Pelaku Penadah yang ditangkap berinisial FA, (32), wiraswasta yang merupakan Warga Desa Kuta Padang Kecamatan Simeulue Cut Kabupaten Simeulue, Aceh.

Tersangka FA itu berhasil kita amankan dirumah adik Kandungnya Senin (17 /5/2021) sekira pukul 03.00 Wib yang berada di Desa Bunga Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue tanpa ada perlawanan yang didampingi Kepala desa setempat dan langsung kita giring ke Mapolres Simeulue untuk kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada Petugas tersangaka FA mengaku setelah menerima barang bukti Emas tersebut dari adik kandungnya inisial YG, kemudian telah dijual ke Meulaboh Aceh Barat dan akan dilakukan proses pengembangan lebih lanjut,” jelas kasat

“Kita akan terus kembangkan kasus ini. Kita akan kejar bandarnya keakar-akarnya itu,” ungkapnya

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat (penadah) dengan ancaman pidana hukuman 4 tahun penjara, dan dalam perkara Penganiayaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 Ayat (1) dengan ancaman penjara 2 tahun delapan bula KUHPidana,” tutupnya

 

Pewarta : Hendra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *