Diduga Tidak Mengantongi Ijin, Home Industri TULLEN Pekerjakan Anak di Bawah Umur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kab Bogor – Didik Hadi Dwiharto selaku Pemilik TULLEN, Usaha yang bergerak dibidang Industri Home/Garmen, yang beralamat di Kampung Nangela RT.001 RW. 002 Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor tidak mengantongi Perijinan yang masih berlaku, dan diduga tidak sesuai dengan standar peraturan ketenaga kerjaan.

TULLEN memiliki 60 Orang karyawan, dan juga menerima dan mempekerjakan anak masih dibawah umur, upah yang diberikan kepada karyawan tetap sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah dalam sebulan, tidak ada tunjangan uang transport apalagi uang makan bahkan THR yang sangat dirindu oleh semua pekerja dari tahun ketahun semenjak TULLEN (perusahan Industri Home) ini berdiri.

” Jika ingin ada tambahan ya lembur ” ucap salah satu karyawan TULLEN yang identitasnya dirahasiakan oleh wartawan MITRAPOL.

TULLEN juga tidak mendaftarkan pekerja nya kepada BPJS Ketenaga Kerjaan, yang dalam hal ini sudah diwajibkan oleh pemerintah dan diatur pada PP No 84 Tahun 2013 pada pasal 2 ayat 3.

Pada hari, Rabu, 14/4/21 Melalui pesan WhatsApp, Didik mengirimkan fotocopy photo jpeg kelengkapan perijinan TULLEN yang sudah habis masa berlakunya.

Dan pada hari, Sabtu, 17/4/21 Masih dalam pesan WhatsAap Didik juga mengatakan, bahwa Acep Humaedi Kades Desa Jagabita adalah konsultannya sejak sebelum Acep menjabat Kepala Desa Periode 2019 sampai 2024. dan masih dalam pesan yang sama Didik juga mengirimkan pesan yang tidak sepastasnya menantang wartawan “Tanpa mengurangi rasa hormat saya ama bapak…saya juga hidupnya dijalan pak..alus ayo kasar monggo.” Cetusnya

 

Pewarta : A. Harahap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *