Dituduh Bekingin Toko Miras Kanit Reskrim Polsek kembangan, Itu Fitnah keji

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Terkait pemberitaan yang sedang Viral oleh beberapa Media yang menulis Kanit Reskrim Polsek kembangan Back,up Toko minuman Keras.

Kanit Reskrim Polsek kembangan Polres Jakarta Barat AKP Niko Purba Membantah Keras atas Berita yang beredar dituduh Back,up satu toko minuman keras (Miras) di Jalan Penyelesaian Tomang 1 blok 37 No 14, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko membantah keras hal tersebut.

Tudingan itu terungkap dalam salah satu pemberitaan di media online, dimana terkuak nama Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko yang dimaksud penjual toko miras. Hal itu terungkap dari adanya rekaman hasil investigasi tim Wartawan, bahkan wanita penjual miras itu juga menyebut beberapa anggota kepolisian dari Polsek Kembangan

Ditanya keterkaitannya itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko dengan gamblang menjelaskan kronologi tuduhan yang dialaminya ini bermula ketika sejumlah orang mengaku dari Forum Wartawan Jakarta pada Jumat 21 Mei 2021 datang ingin melaporkan adanya peredaran miras.

“Awalnya ada sekitar 12 orang datang mengaku dari Forum Wartawan Jakarta ingin melapor adanya peredaran miras, namun mengingat prokes maka diminta perwakilan 2 orang dari jumlah mereka, tanpa sebab, lalu salah satu dari mereka dengan nada keras mengancam ingin melapor ke Paminal karena mengaku diusir oleh anggota kami Panit Widi yang saat itu sudah melayani mereka tetapi tidak harus semuanya masuk ruangan,” ungkap Niko saat dikonfirmasi di Polsek Kembangan, Sabtu 22 Mei 2021.

Nurhaeni salah satu pemilik toko miras berlebel UD Ridwan

Lanjut Kanit Reskrim Polsek Kembangan, setelah siang mereka datang, malamnya muncul lah pemberitaan dari media online tersebut dengan judul “Hendak Buat Aduan Maraknya Miras di Jakbar, Ketum FWJ Diusir Panit Polsek Kembangan.

“Namun setelah saya baca isi beritanya disini ada nama saya dicantumkan seolah saya yang menjadi back up toko miras yang dimaksud. Bahkan berita ini menuliskan pembiaran, ini sudah jauh dari fakta yang sebenarnya,” terang Niko Kanit Reskrim Polsek Kembangan

AKP Niko mengungkap, bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap toko-toko miras yang ada diwilayah kembangan. Bahkan untuk toko miras berlebel UD Ridwan sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan tersebut.

“Kami sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan di toko UD Ridwan seperti yang dimaksud dalam berita tersebut, dan dari hasil pemeriksaan, pemilik toko sudah punya ijin resmi, bahkan kami sudah mengklarifikasi denganya terkait nama saya disebut sebagai back up dalam berita tersebut sangatlah tidak benar,” tegas dia. Meski demikian, Niko berharap kepada teman-teman wartawan dalam hal pelayanan apapun di Polsek Kembangan sangat terbuka lebar dan transparan.

“Jika ada temuan atau aduan silahkan lapor ke kami. Karena kami ini sebagai penegak hukum dimana kami lebih berwenang melakukan tindakan penegakan hukum,” pintanya Pemilik toko miras bantah sebut nama Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko

Terpisah, Nurhaeni salah satu pemilik toko miras berlebel UD Ridwan turut membantah dengan pemberitaan yang mencantumkan nama Kanit Reskrim Polsek Kembangan sebagai beking di tokonya.

Ia mengaku tidak pernah menyebut Kanit maupun seluruh anggota Polsek Kembangan menjadi back up, terlebih kepada media tersebut. Keterangan itu bohong saya tidak pernah bilang Kanit atau polisi di Kembangan minta-minta duit sama saya. Malah pada waktu kemarin itu ada dua mobil mengaku dari Forum Wartawan Jakarta datang minta duit dan saya kasih Rp 200 sampai naik Rp 300 ribu, tapi mereka tolak, mereka mintanya satu juta. Karena saya merasa tidak kenal maka saya tidak penuhi dan mereka akhirnya pergi,” ungkap Nurhaeni.

Dia pun mengaku, saat itu merasa takut karena jumlah wartawan yang datang dengan jumlah yang banyak. Bahkan, kata dia mereka datang diluar jam bertamu sekitar jam 00.00 dini hari dimana saat itu lingkungan sekitar sudah sepi.

Mereka bukan cuma datang minta duit sama saya, sebagian dari mereka juga sempat mengancam saya setelah saya kasih Rp 300 ribu yang ditolak,” tutupnya

 

Pewarta : Shem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *