Kakanwil Kemenkumham Aceh : Perempuan yang ditangkap di Lapas Kls IIB Langsa wajib diserahkan ke Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Terkait dugaan Kaburnya seorang perempuan berinisial MAR yang diduga sebagai pemasok narkoba jenis Sabu ke dalam Lapas Kelas II B Langsa, 15 Januari 2021, kita harapkan penyidikan dapat dilakukan secara tuntas, apalagi perempuan tersebut diserahkan oleh pihak Lapas ke BNN, lazimnya selama ini setiap hasil penggeledahan badan atau barang di Pintu Pengamanan Utama oleh petugas Lapas dan ditemukan adanya narkoba selalu tersangkanya maupun orang yang mengantar barang serta narapidana didalam Lapas yang memesan barang haram tersebut diproses, di Kepolisian bukan ke BNN, hingga adanya putusan pengadilan, demikian disampaikan Kakanwil Kemenkumham Aceh, Drs.H Teuku Meurah Budiman, SH.,MH, kepada sejumlah Wartawan di Banda Aceh Minggu (23/5/2021).

Lapas Kls IIB Langsa juga harus menyerahkan ke Polres Langsa, bukan ke BNN Langsa, kasus ini ketangkap tangan, bukan dugaan, jadi tidak ada alasan kalau MAR yang ditangkap sebagai saksi, sangat jelas barang berupa Sabu MAR yang bawa ke Lapas Kls IIB Langsa, ujar Ampon Meurah Budiman

Sekarang semua kita harus bertanggung jawab, polisi wajib tangkap kembali oknum MAR yang membawa barang jenis Sabu ke Lapas tidak ada alasan apapun, salah atau tidak MAR nanti putusan Pengadilan yang putuskan, sebut Ampon Meurah.

Kakanwil Kemenkumham Aceh, Drs.H Teuku Meurah Budiman, SH.,MH,

 

Kita ingin berantas Narkoba di Negeri ini, jadi semangat memberantas narkoba dilingkungan Lapas tetap berjalan dengan baik, tidak masuk akal MAR itu jadi saksi, jelas pegawai Lapas ring satu menemukan Sabu di tangan nya MAR, kita minta kepada Polres Langsa untuk jemput kembali MAR, serta barang bukti yang pernah dibawa ke BNN Langsa.

Kita juga sudah meminta pertanggungjawaban Kalapas Kelas II B Langsa, dalam kasus ini, semua pihak harus tanggung jawab, menyangkut narkoba yang di bawa oleh MAR ke Lapas Langsa, kalau diserahkan MAR, ke Polisi maka barang buktinya harus di ikut sertakan.

Pihak Lapas Kls IIB Langsa waktu itu mengamankan, yakni JAR Bin AR, Ag Bin MT, Sy Bin MY yang sudah diserahterimakan kepada Badan Narkotika Nasional Kota Langsa yang turut diserahkan berita acaranya dan telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Perintah Penyidikan Badan Narkotika Nasional Kota Langsa Nomor: Sp.Sidik/01/I/2021/BNNK-LGS.

MAR

Lebih lanjut Ampon Meurah Budiman menyebutkan jika Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa atas nama MAR saat ini telah dilepaskan dari sangkaan tindak pidana yang dilakukannya oleh Badan Narkotika Nasional Kota Langsa, sehingga untuk melengkapi laporan kami kepada Menteri Hukum Dan HAM RI Cq. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Cq. Kantor Wilayah Hukum dan HAM Aceh, maka dengan ini kami memohon informasi terhadap, kasus penangkapan tersebut.

Ampon Meurah Budiman juga menjelaskan, dimana menurut pemahaman kami, perbuatan tersebut melanggar pasal 115 UU No. 35 tahun 2009: “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum membawa, megirimkan mengangkut, atau mentransit Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp800.000.000 dan paling banyak Rp2.000.000.000.” tutupnya.

 

Pewarta : T. Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *