Polres Sabang Ungkap Kasus Pencabulan dan penganiayaan anak Dibawah Umur yang mengakibatkan Kematian

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sabang – Kapolres Sabang AKBP. Muhammad Dun, yang didampingi Bapak Walikota Sabang Nazaruddin. SI. Kom. dan Kasat Reskrim Polres Sabang, IPDA Rahmad. Memberi keterangan kepada awak media, Terkait Telah terjadinya dugaan Tindak Pidana Persetubuhan Anak dibawah Umur dan Penganiayaan Anak dibawah Umur yang mengakibatkan kematian.

Bermula sekira pada bulan Januari tahun 2020 telah terjadi persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oleh Tersangka berinisial MR, umur (19) terhadap Korban NO (anak dibawah umur) di salah satu hotel yang berlokasi di Gampong Kuta Ateh Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Selanjutnya persetubuhan tersebut terjadi kembali sekira pada bulan Oktober 2020, sehingga menyebabkan kehamilan terhadap Korban (NO), kemudian Korban (NO) Mengakui Kepada Kedua orang tuanya bahwa Korban (NO) telah mengadung hasil hubungan gelap antara Korban (NO) dengan tersangka (MR), selanjutnya pada hari, Selasa tanggal 11 Mei 2021 sekira pukul 12.00 Wib Korban (NO) bersama kedua orang tuanya datang kerumah salah satu Bidan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang bertugas pada Dinas Kesehatan Kota Sabang dengan inisial tersangka (HYT), dengan maksud tujuan meminta tersangka (HYT) untuk menggugurkan Bayi yang berada didalam Kandungan Korban (NO).

Dan pada saat itu tersangka (HYT) menyetujui permintaan dan keinginan Korban (NO) serta kedua orang tuanya untuk menggugurkan Bayi yang berada didalam Kandungan Korban (NO) dengan Biaya Sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) kemudian tersangka (HYT) meminta kepada korban (NO) agar melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui Usia Bayi yang berada didalam kandungan korban (NO), kemudian pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021 sekira pukul 19.30 Wib korban (NO) kembali datang kerumah tersangka (HYT) dan menunjukkan hasil USG yang telah dilakukan oleh Korban (NO) serta memberitahukan kepada Tersangka bahwa Bayi yang berada di kandungan Korban telah berusia 7 bulan dan dalam kondisi Sehat selanjutnya Tersangka (HYT) memeriksa detak jantung Bayi yang berada di kandungan Korban dengan menggunakan Alat Dopler dengan hasil pemeriksaan jatung bayi tersebut berdetak normal.

Pada hari, Jumat tanggal 14 Mei 2021 sekira pukul 10.00 Wib tersangka (HYT) memulai proses untuk menggugurkan Bayi berusia 7 bulan yang berada didalam kandungan Korban dengan cara memasukan 1 (satu) Botol Cairan RL melalui inpus serta memasukkan 3 (tiga) butir Obat Misoprostol tablet kedalam Vagina Korban secara bertahap sehingga Korban mengalami kontraksi sehinga pada hari Rabu tanggal 19 Mei 2021 sekira pukul 05.30 Wib Korban dibawa oleh tersangka (MR) dan kedua orang tua Korban (NO) kesalahsatu Penginapan yang berlokasi di Gampong Anoi Itam Kecamatan Sukakarya Kota Sabang berdasar permintaan tersangka (HYT) kemudian di hari itu sekira pukul 24.00 Wib Korban menelphone tersangka (HYT) untuk memberitahukan bahwa Korban sudah Sakit (Mules-Mules) kemudian pada hari Kamis tanggal 20 Mei 2021 sekira pukul 00.50 Wib tersangka (HYT) tiba di penginapan tersebut.

Selanjutnya pada hari itu sekira pukul 02.00 Wib Korban melahirkan Bayi berusia 7 Bulan berjenis kelamin Laki-laki dalam kondisi telah meninggal dunia lalu Tersangka (HYT) membungkus Jasad Bayi tersebut dengan kain putih selanjutnya pada hari itu sekira pukul 03.00 Wib Tersangka (MR) bersama Ayah kandung Korban mebawa Jasad bayi tersebut kerumah Tersangka (MR), kumudian pada hari itu Sekira pukul 11.00 Wib Tersangka (MR) bersama Ibu kandungnya menguburkan Jasad Bayi tersebut dibelakang rumah milik orang tua Tersangka (MR).

Adapun modus operandi persetubuhan anak dibawah umur tersebut dilakukan oleh tersangka (MR) dengan cara merayu korban (NO) dengan kata-kata “Bahwa Tersangka (MR) Bersedia Bertanggung Jawab Apabila Terjadi Sesuatu Terhadap Korban (NO)”

Tindak pidana penganiayaan Anak dibawah umur mengakibatkan mati, yang dilakukan oleh tersangka (HYT) dengan cara meyakinkan korban dan kedua orang tua korban (NO) dengan berkata “Bahwa Apabila Bayi Yang Dikandung Oleh Korban (NO), Tetap Dilahirkan Maka Bayi Tersebut Akan Dilahirkan Dengan Kondisi Cacat, Sehingga Korban dan Kedua Orang Tua (NO) Semakin Yakin Untuk Menggugurkan Kandungan Korban.

Adapun barang bukti yang disita dari kedua tersangka (HYT): 1 (Satu) Buah Dopler (Periksa denyut Jantung janin) yang di bungkus dengan kantong biru terbuat dari kain. 2 (dua) Buah Ateriklim, 1 (satu) Buah Gunting Tali Pusat. dari tersangka MR : 1 (Satu) unit Handphone dan 1 (Satu) Unit sepeda motor .

Barang Bukti yang disita dari Korban 1 (satu) Helai baju Daster berwarna Pink bermotif bola-bola. 1 (satu) helai selimut tebal berbulu berwarna Pink. 1 (satu) helai terpal berwarna Hitam. 1 (satu) lembar hasil USG yang dikeluarkan oleh Dr. Selamat. SpOG, tanggal 11 Mei 2021, sekira pukul 17:06:20.

Terkait dengan hal tersebut di atas berawal dari informasi masyarakat.” ungkap Kasat Reskrim Polres Sabang, IPDA. Rahmad, S.Sos, SH. M.Si.

 

Pewarta : Bukhari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *