Konflik Masyarakat Natumikka Kontra TPL, Sejumlah Mahasiswa Lakukan Aksi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Dampak konflik yang terjadi antara masyarakat adat Natumikka kontra PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), sejumlah pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Ikatan pemuda mahasiswa pelajar (IPMP -KB) Kecamatan Borbor lakukan aksi di Simpang empat Jl. Ir H Juanda, Kel. Sukaraja, Kec Medan Maimun, Provinsi Sumatera Utara, Senin (24/05/21).

“Orasi yang menggunakan spanduk bertuliskan “Tutup TPL” dipampangkan dihadapan pengguna jalan seraya menyampaikan beberapa tuntutan, yakni adanya masyarakat yang dianiaya atau kriminalisasi oleh oknum PT TPL an. Anggiat Simanjuntak, Firman Simanjuntak dan Risna br Sihotang pada tanggal 18 Mei 2021 di Desa Natumikka, Kec Borbor, Kab Toba.

Masyarakat Natumikka juga disebutkan menuntut agar pemerintah Kabupaten Toba dapat menerbitkan surat keputusan penetapan Masyarakat Adat dan Wilayah Adat Natumikka, serta merevisi konsesi TPL di wilayah Natumikka.

“Kami ada menuntut beberapa hal dalam aksi kami, yang pertama kami menuntut agar pemerintah kabupaten Toba dengan profesional menindaklanjuti laporan masyarakat adat Natumikka atas kekerasan atau tindakan kriminalitas yang dilakukan pihak TPL kepada masyarakat. Yang kedua, kami juga mendesak dengan tegas kepada Bupati atau pemerintah kabupaten Toba agar dengan segera mengeluarkan surat keputusan atau pengakuan terhadap masyarakat adat Natumikka. Ketiga, kami juga menuntut agar pemerintah mencabut ijin TPL,” sebut Henro Pangaribuan (20) selaku orator kepada mitrapol.com saat dikonfirmasi melalui seluler.

Ketiga poin tuntutan tersebut disuarakan guna menunjukkan sikap dukungan moril kepada perjuangan orang tua mereka atas tanah adat yang saat ini, disebutkan dikuasai oleh pihak TPL.

“Harapan kami, kami akan tetap semangat dan perjuangan kami tidak hanya sampai disini terus kami juga yakin dengan aksi yang kami lakukan ini, orang tua kami di Natumikka akan lebih semangat dalam memperjuangkan tanah adat mereka karena mereka akan melihat bahwasanya kami sebagai anak-anaknya yang merantau tetap peduli dengan mereka maka kami sangat yakin mereka akan semakin semangat,” terangnya.

Petugas kepolisian sektor Medan Kota, disebutkan mengamankan kegiatan aksi yang dilakukan pada pukul 12.00 hingga 13.00 wib.

“Kami dalam aksi ada 16 orang, kami kan aksi sekitar jam 13.00 dan petugas dari kepolisian Medan kota datang mempertanyakan aksi kami jadi aksi kami terhenti dan kami memberikan keterangan kepada Polsek Medan Kota,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang anggota aksi lainnya Pesta Tambunan (21), mengakui seluruh peserta mematuhi permintaan petugas kepolisian hingga berakhir orasi.

“Kami hanya di mintai identitas, nama, alamat, umur, asal dan agama kami masing-masing. Setelah itu diminta tidak melakukan aksi lagi apabila tidak memberikan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian dimana kami melakukan aksi,” jelasnya.

Seluruh peserta aksi kemudian dipulangkan dengan jaminan penanggung jawab.

 

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *