Pelaku Rudaksa Paksa “Locus Delictie” Maheng – Indrapuri, dituntut JPU 174 Bulan Penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Besar – Mahkamah Syar’iyah Jantho, Hari ini Selasa tanggal 25 Mei 2021. Kembali menyidangkan perkara jinayah (pidana Islam). Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa.SHI. M.H melalui Juru Bicaranya Tgk Murtadha LC yang dikonfirmasi menyataakan bahwa hari ini Mahkamah Syar’iyah Jantho menyidangkan 7 (tujuh) perkara Jinayat.

Dengan klasifikasi kategori perkara, 2 perkara pemerkosan terhadap anak dibawah umur yg ada hubungan Mahram dua yaitu terdakwa kakek dan ayah kandung, dua perkosaan lainnya terhadap anak dibawah umur tidak ada hubungan mahram, dua perkara khalwat dan satu pelecehan seksual dalam mobil penumpang umum jenis L 300, dengan rincian sebagai berikut yaitu Nomor Perkara :

1. 11 / JN / 2021 / Ms – Jth (perkara Pemerkosaan anak dibawah umur (Terdakwa / Kakek Kandung) agenda saksi yang meringankan),

2. 12 / JN / 2021 / Ms – Jth (Perkara Perkosaan Anak dibawah Umur / agenda tuntutan dari JPU),

3. 13 / JN / 2021 / Ms Jth (pelecahan Seksual dalam mobil l 300 / Agenda saksi tambahan dari JPU),

4. 14 / JN / 2021/ MS Jth (perkara Pemerkosan anak dibawah umur / agenda Tuntutan JPU)

5. 16 / JN / 2021 (pemerkosaan anak oleh Ayah Kandung (PNS) Permintaan di dampingi oleh Penasihat Hukum)

6. 19 / JN / 2021 (perkara khalwat / Ikhtilat agenda baca dakwaan JPU)

7. 20 / JN / 2021 (Perkara Khalwat / Ikkhtilat agenda baca dakwaan oleh JPU).” Ujar Murtadha.

Untuk perkara Pemerkosaan anak dibawah Umur dengan Locus Delictie Maheng – Indrapuri Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar Jaksa Menuntut dengan jumlah 174 Bulan Penjara sebagaiman diatur dalam Pasal 50 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat.

Sedangkan Perkara Pelecehan Seksual terhadap anak dibawah umur yg dilakukan oleh abang sepupu dituntut dengan 90 Bulan Penjara sebagaimana diatur dalam pasal 47 Qanun 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Untuk materi keterangan lebih lanjut, Tgk Murtadha Lc menyarankan utuk berkoordinasi dengan Jaksa Penuntur Umum (JPU) dari Kejari Aceh Besar.” Tutup Murtdha dibalik selulernya.

 

Pewarta : T.Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *