Ada apa sebenarnya dengan UNTARA?

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tapanuli Utara – Disaat rektor IAKN berupaya membuat transformasi IAKN menjadi universitas Kristen Negeri(UKN), dan tak lama setelah itu pemerintah daerah Tapanuli Utara juga mengeluarkan statement untuk merubah IAKN menjadi Universitas Tapanuli Raya (UNTARA).

Kita dapat melihat dari dibuatnya proposal UNTARA pada tanggal 28 januari 2021 dan di tujukan langsung kepada bapak Presiden Republik Indonesia.

Mengingat, Pada mulanya Bupati Taput mempunyai janji kampanye yang di sampaikan kepada masyarakat untuk mendirikan suatu Universitas di Tapanuli Utara, dari janji tersebut bisa kita logikakan bahwa beliau menyampaikan akan “mendirikan” bukan “merubah”

Namun kenyataan yang terjadi di lapangan beliau berusaha untuk merubah dan mengorbankan mahasiswa/i IAKN yang sedang menempuh pembelajaran didalamnya untuk mencapai suatu keinginan yang katanya bisa meningkatkan taraf ekonomi di Tapanuli Utara.

Beliau dengan bertekad serta menghalalkan beberapa cara untuk mengubah IAKN menjadi UNTARA, hal tersebut bisa kita lihat dari beberapa kejanggalan yang ada di proposal UNTARA tersebut. Misalnya, pengurangan jumlah mahasiswa/mahasiswi yang di anggap setiap tahunnya mengalami penurunan namun pada kenyataannya mengalami kenaikan, adanya surat dukungan dari beberapa kepala daerah disekitaran Tapanuli Utara begitu pula sebaliknya pihak IAKN pun mendapat surat dukungan tersebut, dan adanya keinginan merubah kedudukan IAKN dari Kementerian Agama menjadi Kementerian Pendidikan dan Budaya tanpa adanya konfirmasi ataupun persetujuan dari pihak IAKN.

Sementara itu Rektor IAKN dan juga Dirjen Bimas Kristen terus berupaya supaya transformasi IAKN menjadi UKN dapat tercapai, dan upaya tersebut di dukung penuh oleh Menteri agama dan memberikan dukungan kepada pihak IAKN serta di sampaikan secara langsung kepada Rektor IAKN dalam pertemuan mereka pada hari Rabu tanggal 10/02/2021 yang secara langsung di tayangkan di website kemenag.go.id.

Hal tersebut dilakukan supaya terbukanya jurusan umum yang di cantumkan di dalam profosal UNTARA tersebut.

Dikarena pada saat jenjang masih dalam taraf Institut belum dapat membuka jurusan umum, dan hal ini yang mendorong Rektor IAKN untuk berupaya menaikkan status IAKN menjadi UKN.

Apakah sebenarnya dibalik UNTARA tersebut?

Secara logika sampai saat ini UNTARA masih sekadar angan-angan saja tanpa adanya persetujuan dari pihak IAKN. dan hal ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah UNTARA adalah solusi perekonomian masyarakat Tapanuli Utara? Atau bahkan UNTARA adalah salah satu upaya untuk pengalihan dana PEN yang seharusnya di berikan kepada kepentingan masyarakat namun malah terjadi sebaliknya?

Masyarakat harus lebih jeli dalam memikirkan kasus tersebut supaya tidak ada penyesalan yang mendalam, ketika hanya sekadar di janjikan dengan kenaikan taraf ekonomi,

Saya rasa kurang bisa di terima logika, dikarenakan dengan hadirnya IAKN pun sudah meningkatkan taraf ekonomi di Tapanuli Utara. dan jikalau untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tapanuli Utara, dengan adanya UKN pun itu bisa tercapai apabila didukung juga oleh Pemerintah Daerah.

“Harapan saya Bapak Presiden RI harus lebih jeli dan memikirkan secara matang untuk mengambil keputusan dan mensahkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Serta memikirkan nasib dari mahasiswa/i yang sedang kuliah di IAKN Tarutung, dan memikirkan cita-cita dari orangtua mahasiswa/i yang berkeinginan anaknya bisa menjadi seorang yang berguna bagi masyarakat dan negara melalui kampus tersebut.” Ujar Hokkop Silalahi selaku sekretaris cabang DPC GMNI Tapanuli Utara dan juga mahasiswa IAKN Tarutung.

 

Pewarta : Herman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *